infosatu.co
NASIONAL

Komdigi Pastikan Video Kerusuhan di Kalimalang Bekasi Hanyalah Hoaks

Jakarta, infosatu.co – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa video yang beredar di sejumlah grup WhatsApp mengenai kerusuhan di Jalan Raya Kalimalang, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) adalah hoaks.

Video berdurasi singkat itu menampilkan suasana kebakaran di sebuah kawasan perkotaan dan menimbulkan kesalahpahaman publik bahwa peristiwa tersebut terjadi di wilayah Bekasi.

Melalui penelusuran fakta, Komdigi menemukan bahwa klaim yang disebarkan dalam video itu keliru.

Video tersebut sejatinya bukan berasal dari Bekasi, melainkan dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Peristiwa yang direkam dalam video itu merupakan kebakaran gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar pada 29 Agustus 2025.

Lokasi pengambilan video juga dipastikan berada di sekitar Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount, yang berdekatan dengan gedung DPRD Makassar.

Penjelasan ini sekaligus membantah narasi yang berkembang di media sosial seolah-olah telah terjadi kerusuhan di kawasan Kalimalang.

“Informasi yang beredar melalui video itu tidak benar. Publik diminta untuk tidak langsung mempercayai dan menyebarkan tanpa memverifikasi terlebih dahulu,” demikian keterangan resmi dari Komdigi.

Beredarnya video hoaks ini kembali menjadi peringatan penting mengenai cepatnya penyebaran informasi palsu di ruang digital.

Komdigi menekankan, masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga kebersihan ruang informasi.

Salah satu caranya adalah dengan lebih cermat menelaah sumber, memastikan kebenaran data, serta tidak gegabah membagikan konten yang belum jelas asal-usulnya.

Kementerian juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan konten bermuatan hoaks atau informasi menyesatkan lainnya.

Aduan bisa disampaikan melalui e-mail ke aduankonten@kominfo.go.id atau nomor WhatsApp 08119224545.

Selain itu, tersedia pula kanal resmi di media sosial seperti Twitter @aduankonten, Instagram @aduankonten.official, Facebook @aduankontenofficial, hingga kanal Telegram t.me/antihoaksbot.

Dengan adanya klarifikasi ini, Komdigi berharap masyarakat tidak lagi terkecoh oleh penyebaran informasi yang menyesatkan.

Pemerintah mengimbau agar warga bijak menggunakan media sosial serta senantiasa memeriksa kebenaran setiap informasi sebelum membagikannya lebih lanjut.

Related posts

Pemerintah Wajibkan THR Dibayar Penuh H-7 Lebaran, Nilai Sektor Swasta Diperkirakan Capai Rp124 Triliun

Andika

Perkuat Daya Beli, Pemerintah akan Cairkan Rp55 Triliun untuk THR dan BHR

Rabiatun

Menhub Sebut Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan Imbas Konflik Timur Tengah

Andika

You cannot copy content of this page