Samarinda, Infosatu.co – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Ace Hasan Syadzily mengingatkan Indonesia agar tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam (SDA) sebagai modal untuk menjadi negara maju.
Ace mengatakan kekayaan alam yang melimpah harus diikuti dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola dan memberikan nilai tambah terhadap potensi tersebut.
“Dalam sejarah dunia tidak ada negara yang maju hanya karena sumber daya alam. Bahkan menurut teori, kalau kita bertumpu pada sumber daya alam, di situlah berpotensi menjadi negara kutukan sumber daya alam,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Lemhannas Goes to Campus di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, negara yang hanya bertumpu pada kekayaan alam berpotensi menjadi tempat perebutan berbagai kepentingan. Kondisi tersebut bahkan dapat dimanfaatkan untuk memecah belah suatu bangsa. Karena itu, kesadaran bahwa Indonesia merupakan negara kaya SDA tidak boleh membuat masyarakat terlena.
“Kita tidak boleh hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi justru kita harus dapat memanfaatkan sumber daya alam ini untuk kepentingan yang lebih besar,” tegasnya.
Ia menilai kemampuan mengelola kekayaan tersebut sangat bergantung pada kualitas SDM, termasuk peran perguruan tinggi dalam melakukan riset dan mengembangkan potensi daerah.
Dalam konteks Kalimantan Timur, Ace menyoroti posisi Universitas Mulawarman yang mengangkat tema “Geo-Eko Ketahanan Nusantara: Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Menjawab Tantangan Global dan Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)” sebagai pusat keunggulan tropis.
Ia menyebut kekayaan hutan tropis Kalimantan dapat menjadi kekuatan yang memberikan dampak lebih besar bagi Indonesia apabila dikembangkan melalui pengetahuan dan riset.
“Kalimantan memiliki hutan tropis terbesar. Ini harus menjadi kekuatan yang berdampak bagi bangsa kita,” ucapnya.
Ia juga menyinggung posisi Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah menjadi salah satu alasan wilayah Nusantara sejak dahulu menjadi perhatian berbagai bangsa. Namun, kekayaan tersebut harus dikelola secara tepat agar tidak sekadar menjadi komoditas yang diperebutkan.
Dirinya pun berharap perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam mengubah potensi SDA menjadi kekuatan yang mendukung kemandirian dan daya saing bangsa.
“Untuk bisa memanfaatkannya tergantung pada SDM,” pesannya.
