Samarinda, infosatu.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan akan tetap memprioritaskan program inti.
Meski disadari tahun depan (2026) diperkirakan terjadi perampingan anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Penyesuaian anggaran tersebut telah disepakati dalam pembahasan internal pemerintah daerah.
Kepala DP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, menyebutkan bahwa efisiensi anggaran kemungkinan mencapai sekitar 30 persen, meski pihaknya belum dapat menyampaikan angka final.
“Yang jelas, 75 persen dari anggaran kami saat ini terserap untuk gaji. Jadi ruang fiskal kegiatan memang terbatas, tetapi apa pun yang ditetapkan pimpinan tetap kami laksanakan,” ujarnya pada Senin, 8 Desember 2025 di Kantor Gubernur Kaltim.
Noryani menegaskan, DP3A akan memfokuskan pelaksanaan program pada urusan inti, yaitu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Kegiatan yang bersifat pendukung atau tidak mendesak kemungkinan akan ditunda.
“Kita harus menyesuaikan target, tapi yang utama tetap core program kami. Kegiatan supporting akan kami evaluasi dulu,” katanya.
Meskipun belum dapat memastikan besaran anggaran tahun depan, ia memastikan operasional dasar seperti gaji dan tunjangan tetap terpenuhi dan selebihnya menyesuaikan kondisi anggaran perubahan.
Kepala DP3A itu juga menegaskan bahwa perampingan anggaran yang terjadi tidak akan menghilangkan intervensi DP3A terhadap isu-isu prioritas.
Program nonfisik seperti peningkatan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (KB) akan tetap dijalankan.
“Kami akan terus melaksanakan urusan yang diembankan, selama program itu memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
DP3A Kaltim berharap penyesuaian anggaran ini dan ke depannya tidak mengurangi kualitas layanan serta tetap memberi hasil yang signifikan bagi masyarakat dalam hal pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
