infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Di Tangan Kreatif, Sampah Organik Jadi Punya Nilai Tambah

Rusmadi Wongso saat kunjungi stan kreatif ubah sampah organik jadi berharga. (Foto: Lydia)

Samarinda, infosatu.co – Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso sangat mengapresiasi langkah para pemuda yang berinisiatif mengurangi sampah organik di Kota Tepian. Sebab, ini merupakan salah satu program 100 hari kerja kepala daerah terpilih.

Wakil Wali Kota Samarinda saat lakukan kunjungan ke stan kreatif ‘Sahabat Maggot BSF Merdeka’

Sampah organik sendiri terdiri dari karton, kertas, sisa-sisa masakan atau buah-buahan yang membusuk (termasuk kulitnya). Cara mengurangi sampah organik ini pun dilakukan para pemuda tersebut dengan memelihara larva (belatung/maggot).

Perlu diketahui bahwa maggot ini sangat mudah dijumpai di tumpukan sampah. Mungkin masih banyak masyarakat yang merasa jijik dengan maggot, namun mereka bisa menjadi pasukan khusus pengurai sampah organik dan dijadikan pupuk bahkan makanan ternak.

Melihat hal ini, Rusmadi Wongso mengatakan bahwa untuk membuat Kota Samarinda bersih, kuncinya adalah mengurangi sampah.

“Kalau sampah tidak bisa dikurangi sampai kapan pun, kita pasti akan menghadapi persoalan sampah kota secara terus menerus,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke stan ‘Sahabat Maggot BSF Merdeka’ di Taman Samarendah Jalan Bhayangkara, Sabtu (20/3/2021).

Oleh karena itu, apa yang dilakukan para pemuda ini sangat luar biasa. Mengambil sampah hanya memakai transportasi berupa motor yang dikasih kardus.

“Mudah-mudahan nanti semakin profesional. Harapan saya, setiap kampung juga berusaha memanfaatkan sampah untuk hal-hal berguna seperti pupuk organik dan larva kering,” harapnya.

Menurutnya, sesuatu yang dianggap sebagian orang tidak berguna akan sangat bermanfaat di tangan mereka yang kreatif. Bahkan, sampah organik ini memiliki nilai tambah dan berharga yang dapat diperjualbelikan.

“Dari sampah organik bisa menjadi sesuatu yang dapat dijual, ini sangat membantu usaha kecil dan menengah terutama untuk petani-petani. Semoga jadi inspirasi bagi teman-teman untuk melakukan yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Lanjutnya, kebersihan kota seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup warga. Persoalan kebersihan ini memang tidak bisa ditumpukkan pada pemerintah saja.

“Kalau bicara soal sampah, gerakannya harus dimulai pada tingkat mikro yaitu RT dan lingkungan permukiman,” katanya.

Masing-masing lingkungan dapat memanfaatkan sampah organik yang ada menjadi pupuk, makanan ayam dan lainnya. Ke depannya, sampah ini bukan musuh tapi bisa dijadikan sebagai sahabat.

“Karena bisa memberikan nilai tambah. Tambahan penghasilan bagi kita semua apabila dimanfaatkan sebagai mana mestinya,” terangnya kepada infosatu.co. (editor: irfan)

Related posts

Menunggu SE Kemenaker, Disnaker Samarinda Siapkan Posko Pengaduan THR

Andika

5 Sektor Terapkan Upah di Atas UMK, Disnaker Samarinda Tegaskan THR Tak Boleh Dicicil

Andika

Proyek Terowongan, Kini Masa Pemeliharaan dan Masih Menjadi Tanggungjawab Kontraktor

Andika