
Samarinda, infosatu.co – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, menyoroti lemahnya penganggaran dalam penanganan Anak Jalanan (Anjal) di provinsi ini.
Ia menyebut, jika masalah ini dianggap sebagai prioritas, maka tak seharusnya anggaran menjadi kendala.
“Kalau memang dianggap skala prioritas, seharusnya secara anggaran bisa terselesaikan. Saya rasa hubungan pemerintah pusat dan daerah itu juga berjalan dalam urusan ini,” ujarnya.
Itu disampaikan dalam wawancara usai Rapat Paripurna ke-22 di Gedung B DPRD Kalimantan Timur, Rabu, 9 Juli 2025.
Ia menilai, kerap kali kendala penganggaran muncul bukan karena kekurangan dana, melainkan karena tidak adanya koordinasi dan integrasi kebijakan antarinstansi, termasuk belum adanya basis data sosial yang jelas dan terintegrasi.
Menurutnya, seharusnya sudah ada satu sistem data terpusat yang ditangani oleh Bappeda bersama dinas terkait.
Sehingga langkah penanganan sosial bisa dirancang berdasarkan analisis yang tepat dan berkelanjutan.
“Semua harus dimulai dari analisis publik, lalu dikorporasikan dalam kebijakan dan dievaluasi publik,” katanya.
“Kalau memang pemerintah sungguh-sungguh, maka datanya harus ada, analisisnya harus ada, dan hasilnya juga harus dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan perlunya keterlibatan pihak swasta seperti korporasi dalam memanfaatkan anggaran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang semestinya difokuskan pada aspek pendidikan, kesehatan, dan sosial, bukan infrastruktur.
“CSR seharusnya digunakan untuk sektor sosial, bukan infrastruktur. Kalau infrastruktur itu biayanya bisa dari APBD atau dana alokasi khusus. Fokus sosial harus jelas, dan CSR bisa sangat membantu,” tambahnya.
Agusriansyah menyarankan agar formulasi kebijakan sosial dilakukan dengan melibatkan lembaga riset atau tim peneliti independen, guna menghindari kebijakan reaktif yang tidak menyentuh akar permasalahan.
“Setiap kebijakan publik harus dimulai dari analisis sosial. Kalau tidak, hasilnya akan lemah dan tidak menyentuh masyarakat yang betul-betul membutuhkan,” pungkasnya.