infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Alarm Bagi Petani Senior, Salah Dosis Pestisida Bisa Berujung Fatal

Teks: Para peserta usai mengikuti pelatihan mempraktikkan teknik penyemprotan pestisida. (Emmi/infosatu)

Samarinda, infosatu.co — Persoalan klasik dalam sektor pertanian kembali mencuat, yakni masih banyak petani yang belum memahami secara tepat takaran dan cara penggunaan pestisida. Situasi ini tidak hanya berdampak pada hasil produksi, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan para petani.

Untuk menekan risiko tersebut, sebanyak 100 petani di Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, mengikuti pelatihan teknis penggunaan pestisida terbatas pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03 Tahun 2026 tentang Pendaftaran Pestisida.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) Kota Samarinda Darham menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam pengembangan pertanian di daerah.

Meski demikian, ia menyoroti pentingnya ketelitian dalam penggunaan pestisida, terutama bagi petani berusia lanjut.

Menurutnya, kesalahan dalam dosis kerap menjadi pemicu gangguan kesehatan, khususnya bagi petani di atas usia 50 tahun. Penyemprotan yang berlebihan, misalnya, dapat berdampak langsung pada kondisi tubuh mereka.

Di sisi lain, ketersediaan alat pertanian di Samarinda dinilai relatif mencukupi. Namun, beberapa peralatan tetap membutuhkan pembaruan karena faktor usia pakai.

Dukungan pengadaan selama ini berasal dari kolaborasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi Kalimantan Timur, hingga pemerintah pusat.

Melalui pelatihan yang dilakukan secara berkala, pemerintah berharap praktik pertanian di daerah dapat berjalan lebih aman dan efisien, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Darham pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

Sementara itu, Wakil Ketua Komunikasi dan Relasi Publik Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alisther) Pusat Bagus Fajar menjelaskan pelatihan ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab produsen dalam memastikan penggunaan produk sesuai aturan di lapangan.

Ia menyebutkan, materi yang diberikan meliputi pemahaman regulasi, cara membaca label, potensi dampak terhadap kesehatan, hingga teknik aplikasi yang benar. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik langsung penggunaan alat semprot guna meningkatkan akurasi saat bekerja di lahan.

Selain itu, para petani juga dibekali alat pelindung diri berupa pakaian lengan panjang serta panduan tertulis sebagai referensi saat bekerja.

Bagus menekankan, kewaspadaan terhadap bahan kimia merupakan hal yang tidak bisa diabaikan. Pemahaman yang baik tentang aturan, label produk, serta langkah penanganan awal jika terjadi paparan menjadi bekal penting bagi petani.

“Kesadaran itu yang harus terus dibangun, agar penggunaan pestisida tidak berdampak buruk bagi kesehatan maupun tanaman,” pungkasnya.

Related posts

Waspada PMK, Pemkot Samarinda Perketat Jalur Masuk Hewan Kurban

Emmy Haryanti

Perpisahan Sekolah Boleh, Tanpa Pungutan

Emmy Haryanti

Pendaftaran Siswa Baru Beralih ke Sistem Online, Disdikbud Samarinda Siap Gulirkan SPMB Akhir Mei

Emmy Haryanti