infosatu.co
PEMERINTAH

Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga Jadi Kunci Kurangi Beban TPA Sambutan

Teks: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Infosatu/Emmi)

Samarinda, Infosatu.co – Tingginya timbulan sampah di Kota Samarinda yang mencapai sekitar 660 ton setiap hari menuntut perubahan pola pengelolaan, terutama di tingkat rumah tangga.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan.

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, upaya mengatasi persoalan sampah perlu dimulai dari sumbernya, bukan semata-mata dengan mengandalkan fasilitas pembuangan akhir.

Menurutnya, pengurus rukun tetangga (RT) dapat mengambil peran dalam menggerakkan warga untuk memilah sampah sekaligus mengoptimalkan keberadaan bank sampah di lingkungan masing-masing.

“Mana yang bisa dibuat kompos, mana yang bisa didaur ulang, dan mana material sampah yang memang bisa dibawa ke TPA. Itu yang harus diedukasi dari hulunya,” ujarnya, Jumat, 6 November 2026 malam.

Ia menjelaskan, sampah yang dihasilkan masyarakat memiliki karakteristik dan peluang pengolahan berbeda. Sampah organik, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos, sementara sejumlah jenis sampah lainnya masih mempunyai nilai ekonomis melalui proses daur ulang.

Apabila pemisahan dilakukan sejak awal, tidak semua sampah harus diangkut ke TPA. Hanya material yang sudah tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan kembali yang nantinya masuk ke tempat pemrosesan akhir.

Saefuddin memperkirakan, penerapan sistem tersebut secara berkelanjutan dapat membantu menjaga daya tampung TPA Sambutan untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan sampah dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Namun, upaya itu membutuhkan konsistensi dan kesadaran masyarakat.

“Tanpa perubahan kebiasaan dalam memperlakukan sampah, peningkatan volume buangan akan terus memberikan tekanan terhadap kapasitas tempat pembuangan,” jelasnya.

Di sisi lain, pengembangan teknologi pengolahan juga dinilai perlu berjalan bersamaan dengan edukasi masyarakat. Sebab, selama belum tersedia sistem yang mampu mengolah seluruh jenis sampah menjadi produk bermanfaat, keberadaan TPA tetap dibutuhkan.

Karena itu, Pemkot Samarinda perlu mengintegrasikan pengurangan sampah dari lingkungan permukiman dengan peningkatan fasilitas pengolahan.

“Langkah ini diharapkan dapat memperpanjang usia operasional TPA Sambutan sekaligus menciptakan sistem persampahan yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.

Related posts

Jalan Pesisir Kaltim Hampir Tuntas, Berikutnya Giliran Empat Desa Terisolasi Dibuka

R'sya Rahmadina

Rudy : Pers Mitra Strategis Pemerintah Kawal Pembangunan IKN

Emmy Haryanti

TPP Juni-September 2026 Akhirnya Diproses, 3.537 Pegawai RSUD Kaltim Tunggu Dana Masuk

Rizki