Samarinda, Infosatu.co – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Mas’ud Rifai mengatakan luas panen jagung pipilan di Kaltim pada 2026 diperkirakan hanya mencapai 1.260 hektare. Angka tersebut turun 40,15 persen dibandingkan luas panen sepanjang 2025.
Ia menjelaskan, penurunan terjadi di seluruh subround. Pada Subround I 2026, luas panen tercatat 440 hektare atau turun 32,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kemudian Subround II mencapai 510 hektare, turun 39,76 persen, sedangkan Subround III diperkirakan hanya 310 hektare atau merosot 49,22 persen.
Penyusutan luas panen tersebut turut berdampak langsung pada produksi jagung pipilan kering (JPK) dengan kadar air 14 persen.
“Penurunan juga terjadi pada produksi jagung pipilan kering (JPK) dengan kadar air 14 persen,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa, 3 November 2026.
Pada Subround I 2026, produksi JPK diperkirakan sebesar 2,43 ribu ton atau turun 29 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Produksi Subround II mencapai 2,92 ribu ton, turun 28,82 persen, sementara Subround III diperkirakan 1,72 ribu ton atau turun 37,79 persen.
Secara total, produksi JPK dengan kadar air 14 persen di Kaltim pada 2026 diperkirakan hanya 7,07 ribu ton. Produksi tersebut turun 31,29 persen atau sekitar 3,22 ribu ton dibandingkan 2025 yang mencapai 10,29 ribu ton.
Penurunan serupa tercatat pada produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen. Sepanjang Januari-Desember 2026, produksinya diperkirakan mencapai 9,57 ribu ton, turun sekitar 4,36 ribu ton atau 31,29 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 13,92 ribu ton.
Ia menambahkan, produksi tertinggi pada 2026 diperkirakan terjadi pada September dengan volume 1,64 ribu ton. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan produksi September 2025 yang mencapai 1,87 ribu ton.
