Samarinda, Infosatu.co – Penyelesaian drainase di Jalan PM Noor, Kota Samarinda masih menghadapi kendala pembebasan lahan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencatat sekitar 300 meter ruas yang belum tembus dan berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dapat membantu menuntaskan persoalan tersebut.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) Samarinda, Marnabas Patiroy mengatakan, penyelesaian bagian yang tersisa diperlukan agar pembangunan drainase dapat berjalan lebih menyeluruh.
Menurut dia, penanganan banjir membutuhkan sistem infrastruktur yang saling terhubung. Pekerjaan yang hanya selesai pada sebagian ruas dikhawatirkan belum memberikan hasil optimal apabila masih terdapat bagian yang menghambat kelancaran aliran air.
“Kita masih punya PR bahwa di PM Noor itu masih ada sekitar 300 meter yang belum tembus. Nah pembebasan lahannya mudah-mudahan juga kita bisa dibantu nanti pemerintah,” ucapnya, Senin, 26 Oktober 2026.
Marnabas berharap dukungan Pemprov Kaltim dapat membantu proses pembebasan lahan sehingga pekerjaan drainase yang belum selesai bisa dilanjutkan.
Ia mengakui, kondisi keuangan daerah saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Samarinda dalam memenuhi kebutuhan pembangunan. Karena itu, koordinasi dan dukungan antarpemerintah diperlukan untuk menyelesaikan infrastruktur yang membutuhkan penanganan bersama.
“Persoalan drainase ini menjadi salah satu PR di tengah upaya pemerintah memperkuat penanganan banjir di Samarinda,” ungkapnya.
Selain menyelesaikan saluran yang belum tersambung, pembangunan juga perlu memperhatikan keterhubungan aliran air agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Oleh karena itu, Marnabas menekankan pentingnya melihat penanganan banjir secara menyeluruh, bukan hanya menyelesaikan pekerjaan pada satu titik tanpa memastikan kesinambungan sistem.
“Pembebasan lahan di Jalan PM Noor saya harap dapat diselesaikan dengan baik, melalui dukungan pemerintah provinsi, sehingga pembangunan drainase dapat berfungsi lebih maksimal dalam mendukung pengendalian banjir di Kota Tepian,” tutup Marnabas. (ADV)
