Samarinda, Infosatu.co – Kota Samarinda membidik gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November mendatang.
Sebanyak 1.400 hingga 1.550 atlet, pelatih, ofisial, dan tim pendamping dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kota Tepian dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, menegaskan bahwa persiapan kontingen terus berjalan melalui koordinasi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Samarinda. Tahapan verifikasi atlet, pelatih, dan manajer juga telah diselesaikan sebagai bagian dari persiapan menuju Paser.
“Dari 64 cabang olahraga yang siap dipertandingkan, tentu kontingen Samarinda di bawah KONI siap memberangkatkan semua, dengan catatan-catatan yang akan kami lakukan bersama KONI,” Ungkapnya saat di temui di kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jalan Dahlia Samarinda, pada Senin, 19 Oktober 2026.
Ia mengatakan, kontingen Samarinda tidak hanya diperkuat atlet dan pelatih, tetapi juga didukung tim pendamping yang mencakup unsur keamanan dan kesehatan.
Dukungan tersebut disiapkan untuk memastikan keberangkatan hingga pelaksanaan pertandingan berjalan optimal. Modal kepercayaan diri Samarinda untuk mengejar gelar juara umum datang dari hasil babak kualifikasi.
Menurut Muslimin, Samarinda mencatat keunggulan sekitar 70 medali emas atas Kutai Kartanegara dan sekitar 90 medali emas atas Balikpapan dalam babak tersebut.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hasil kualifikasi belum menjamin hasil akhir di Porprov. Setiap daerah memiliki persiapan, kekuatan, dan strategi masing-masing yang akan menentukan persaingan di arena pertandingan.
“Kita selalu target juara umum. Dengan melihat hasil babak kualifikasi, kontingen Samarinda optimistis untuk juara umum,” Tegas Muslimin.
Muslimin menambahkan, Samarinda selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil atlet berprestasi di Kaltim. Bahkan, sejumlah atlet asal Samarinda disebut telah direkrut untuk memperkuat daerah lain.
Di balik optimisme tersebut, persoalan anggaran masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi. Muslimin menyebut pihaknya masih menunggu proses verifikasi anggaran oleh pemerintah provinsi sebelum dukungan pembiayaan melalui Disporapar dapat dimaksimalkan.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran dibandingkan sejumlah daerah pesaing, Muslimin menegaskan kondisi tersebut tidak akan menyurutkan semangat kontingen.
Ia mencontohkan pengalaman Samarinda pada Porprov sebelumnya di Berau, ketika keterbatasan anggaran tidak menghalangi perjuangan kontingen untuk meraih gelar juara umum.
“Berapa pun anggaran yang disiapkan, tetap juara umum,” Ujarnya.
Untuk menunjang kebutuhan kontingen, pemerintah melalui Disporapar Samarinda akan menyiapkan transportasi, akomodasi, konsumsi, serta seragam kontingen. Penyaluran dukungan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga. (ADV)
