Samarinda, Infosatu.co – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menyambut baik inisiatif Kepanitiaan Galang Api Sumpah Pemuda yang mengajak generasi muda lintas organisasi bersatu dan berkolaborasi dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Oktober 2026.
Dirinya mendorong panitia berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait untuk mempersiapkan tempat dan fasilitas penunjang kegiatan.
“Harapan saya, kita bisa bersama-sama terus memajukan Samarinda ke depannya,” Ungkap Saefuddin Zuhri kepada awak media, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dalam pertemuan audiensi yang digelar pada hari Selasa, 13 Oktober 2026 kemarin, Saefuddin Zuhri juga menekankan agar panitia dapat membahas peluang diskon atau keringanan biaya dengan pihak pengelola sesuai mekanisme yang diperbolehkan, sekaligus memperhatikan aspek pertanggungjawaban.
Sementara itu, Inisiator Galang Api Sumpah Pemuda, Husain Firdaus, bersama Ketua Panitia Chandra Irawan dan jajaran panitia memaparkan gagasan kegiatan serta pentingnya membangun kolaborasi antarpemuda.
Mereka ingin menyatukan berbagai elemen organisasi agar dapat menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Audiensi tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Lina Syahriza Istifiani, beserta jajaran, serta anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, yakni Amir Husin, Sudarman, Abdul Jami, dan Buchori.
Sejumlah perwakilan mahasiswa dan organisasi kepemudaan dari Kalimantan Timur (Kaltim) juga mengikuti pertemuan tersebut.
Mereka berasal dari Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Universitas Widya Gama, Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda , Koordinator Pusat BEM Kalimantan, KOHATI, HMI Kaltimtara, serta organisasi lainnya.
Mengusung tema “Merajut Asa: Membumikan Rasa Persatuan Pemuda”, panitia merancang kegiatan yang menghidupkan semangat Sumpah Pemuda melalui aksi nyata.
Salah satu gagasannya ialah membagikan masker sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana.
“Kami datang membawa gagasan dan harapan. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda tidak bergerak sendiri-sendiri, melainkan berjalan bersama pemerintah untuk menjawab tantangan zaman,” ungkap perwakilan panitia.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap peringatan Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, memperluas kolaborasi, dan mendorong kontribusi nyata generasi muda bagi kemajuan Samarinda. (ADV)
