Samarinda, Infosatu.co – Wali Kota Samarinda, Andi Harun mendorong perusahaan-perusahaan besar di Samarinda dan Kalimantan Timur (Kaltim) untuk berpartisipasi dalam upaya pengendalian banjir melalui program corporate social responsibility (CSR).
Dukungan tersebut diharapkan dapat diberikan dalam bentuk bantuan alat berat, seperti ekskavator, guna menunjang pemeliharaan fasilitas pengendalian banjir dan penanganan sedimentasi di sejumlah kawasan.
Menurutnya, keberadaan alat berat memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pemeliharaan dan penanganan infrastruktur pengendalian banjir di Samarinda.
“Kita berharap perusahaan-perusahaan besar di Samarinda atau di Kaltim ini ada yang bisa memberi CSR dalam bentuk, misalnya ekskavator karena daya dukung mekanik itu sangat besar,” Ungkap Andi Harun kepada awak media, Rabu, 14 Oktober 2026.
Lebih lanjut, Andi Harun menyebut perusahaan galangan kapal, industri, pertambangan batu bara, serta pelaku usaha lainnya sebagai pihak yang berpotensi menjalin kerja sama dengan pemerintah dalam mendukung penanganan banjir.
Bantuan melalui program CSR tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk kontribusi dunia usaha dalam membantu pemerintah menjaga fungsi fasilitas pengendalian banjir, terutama melalui dukungan sarana dan peralatan yang dibutuhkan di lapangan.
“Harapannya, perusahaan-perusahaan di Samarinda bisa bersama-sama memberikan CSR, misalnya dalam bentuk alat berat seperti ini. Mudah-mudahan ada yang tergerak untuk membantu,” Ucap Andi Harun.
Polder Gang Indra diketahui memiliki luas hampir dua hektare dan menjadi salah satu fasilitas pendukung sistem pengendalian banjir di Samarinda.
Keberadaan polder tersebut berperan dalam mendukung pengelolaan air di kawasan perkotaan.
Setelah meninjau Polder Gang Indra, Andi Harun melanjutkan kunjungan ke saluran air di Jalan Siti Aisyah, kawasan Teluk Lerong.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya melihat kondisi drainase secara langsung sebagai bahan perhatian dalam penanganan genangan air di Samarinda.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, dukungan terhadap pemeliharaan infrastruktur diharapkan dapat terus diperkuat untuk menunjang upaya pengendalian banjir di Kota Tepian. (ADV)
