Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mempertimbangkan pembangunan saluran pipa bawah tanah yang terhubung langsung ke Sungai Mahakam untuk mengurangi genangan air di kawasan Jalan Pangeran Antasari dan sekitarnya.
Rencana ini menjadi salah satu alternatif penanganan limpasan air yang masuk ke Polder Gang Indra di Kelurahan Air Putih.
Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Dirinya mengungkapkan pemasangan pipa akan dikaji oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mulai dari kebutuhan teknis hingga kemampuan anggaran daerah.
Pipa berdiameter sekitar 800 milimeter dipertimbangkan untuk mengalirkan air dari kawasan Banggris dan sekitarnya menuju Sungai Mahakam.
“Di sela-sela acara saya datang melihat Polder Gang Indra, kita lagi mempertimbangkan untuk membuat saluran langsung ke Mahakam melalui pipa. Hal itu untuk mengantisipasi tumpukan air atau genangan yang besar di daerah polder,” Ungkap Andi Harun kepada awak media, Rabu, 14 Oktober 2026.
Saat melakukan tinjauan langsung ke polder yang berada di gang Indra, Selasa, 13 Oktober 2026 kemarin, Andi Harun menilai penggunaan pipa bawah tanah berpotensi lebih ekonomis dibandingkan pembangunan saluran menggunakan konstruksi beton.
Namun, pemasangannya harus direncanakan secara cermat karena jalur pipa akan berada di bawah parit.
“Relatif lebih murah dibanding kalau kita membuat saluran langsung pakai beton atau pekerjaan fisik. Cuma memang nanti pemasangan pipanya itu di bawah parit. Saya masih meminta PUPR untuk menghitung kira-kira berapa kebutuhannya,” Ucap Andi Harun.
Andi Harun menegaskan, pemerintah belum menetapkan anggaran untuk rencana tersebut. Kajian teknis perlu diselesaikan terlebih dahulu guna memastikan solusi yang dipilih sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan pengendalian air.
Selain rencana pemasangan pipa, Andi Harun juga menyoroti pemeliharaan Polder Gang Indra, termasuk pembersihan eceng gondok yang dapat kembali tumbuh dan mengganggu fungsi kawasan penampungan air.
Dirinya menjelaskan pemeliharaan polder tidak bisa hanya dilakukan sesekali, tetapi harus menjadi kegiatan berkelanjutan agar fasilitas pengendalian banjir tetap berfungsi optimal.
“Pasti akan tetap ada. Karena itu, pemeliharaannya harus berkelanjutan,” Jelas Andi Harun.
Ia mengakui, pemeliharaan fasilitas penampungan air membutuhkan upaya yang tidak ringan karena harus dilakukan sepanjang tahun.
Selain tenaga dan anggaran, ketersediaan alat berat juga menjadi faktor penting untuk mempercepat pembersihan.
Ia menyebut, Pemkot Samarinda berencana menambah alat mekanis berupa ekskavator pada tahun depan apabila kemampuan anggaran memungkinkan.
“Kita akan menambah alat mekanis seperti ekskavator tahun depan kalau dana kita cukup. Sekarang kita hanya punya satu atau dua unit, sementara kebutuhan kita masih banyak,” Tutup Andi Harun. (ADV)
