Samarinda, Infosatu.co – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyoroti posisi BUMD yang belum menjadi pemain dalam pengelolaan sumber daya alam di daerahnya.
“Meskipun Kukar kaya batu bara, tak satu pun BUMD Kukar memiliki IUP,” ujarnya saat menghadiri diskusi Arusbawah Energy Forum 2026 di Samarinda belum lama ini.
Kondisi serupa juga terlihat pada sektor perkebunan kelapa sawit. Kukar memiliki sekitar 180 ribu hektare sawit, tetapi belum ada bisnis sawit yang dijalankan BUMD. Aulia tak ingin pola tersebut kembali terjadi ketika Kukar mulai mengembangkan bisnis gas dan energi.
“Kami tidak ingin mengulangi di sektor gas,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong BUMD Kukar lebih aktif masuk ke sektor bisnis yang sumber dayanya tersedia di daerah. Menurut Aulia, kekayaan sumber daya alam seharusnya tidak hanya menghasilkan penerimaan bagi daerah melalui mekanisme bagi hasil.
BUMD juga perlu diberi ruang untuk menjadi pelaku langsung sehingga daerah memperoleh manfaat dari aktivitas bisnis yang berjalan di atas sumber daya tersebut.
“Kita menginginkan ada kewenangan yang diberikan kepada daerah melalui perusahaan daerah untuk menjadi pelaku langsung dari sektor industri,” harapnya.
Aulia meyakini, keterlibatan BUMD akan membuat daerah memiliki posisi yang lebih kuat dalam mengelola potensi ekonominya sendiri. Hal ini juga akan berdampak pada peningkatan penerimaan daerah yang berguna untuk pembiayaan pembangunan.
