Samarinda, Infosatu.co – Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin mempertanyakan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk Kalimantan Timur (Kaltim) yang dinilainya minim di tengah tingginya aktivitas industri di provinsi tersebut.
Ia mengatakan persoalan kuota dan distribusi BBM perlu mendapat perhatian khusus agar tidak terus memicu antrean panjang dan keresahan di masyarakat.
Udin, sapaan akrabnya menilai persoalan BBM di Kaltim cukup rumit karena kebutuhan energi di daerah tersebut tidak hanya berasal dari masyarakat, tetapi juga aktivitas industri.
Ia mempertanyakan alasan kuota BBM Kaltim yang minim, padahal kebutuhan energi di provinsi tersebut cukup besar. Menurutnya, Kaltim perlu mendapat perhatian khusus dalam penetapan kuota agar ketersediaan BBM dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan kegiatan industri.
“Ini masalahnya kusut karena memang Kaltim adalah provinsi yang sangat banyak industrinya,” ujarnya di Samarinda belum lama ini.
Udin menyinggung dugaan adanya pihak yang bermain di sektor tersebut.
“Tugas kita mengawasi pengusaha di sektor migas agar tidak main-main, tidak menyelewengkan,” ucapnya.
Namun, ia menegaskan pernyataannya bukan tuduhan terhadap pihak tertentu.
“Bukan suuzan, bukan menuduh. Wajar kita bilang ini ada yang bermain di sektor ini,” jelasnya.
Udin pun meminta pengawasan terhadap pelaku usaha di sektor migas diperkuat untuk mencegah kemungkinan penyelewengan yang dapat memengaruhi distribusi BBM.
“Mari kita kawal kita ingatkan jangan sampai ulah pengusaha di sektor migas menjadi gaduh, menjadi resah di masyarakat,” pungkasnya.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait mengevaluasi persoalan kuota sekaligus memperketat pengawasan distribusi BBM di Kaltim.
