infosatu.co
OLAHRAGA

Anggaran Terbatas, Hapkido Kaltim Raih 15 Medali di Kejurnas

Teks: Kontingen Hapkido Kaltim usai mengikuti Kejurnas Hapkido ke-9 di GOR Siger, Bandar Lampung. Kaltim membawa pulang 15 medali, terdiri dari dua emas, tiga perak, dan 10 perunggu (foto IST)

Samarinda, Infosatu.co – Keterbatasan anggaran tak menghalangi Hapkido Kalimantan Timur (Kaltim) meraih 15 medali, terdiri dari dua emas, tiga perak, dan 10 perunggu, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido ke-9 di Gor Siger, Bandar Lampung, 26–27 September 2026.

Hasil itu diraih 21 atlet Kaltim yang berangkat dengan skema perjalanan berbeda karena dukungan anggaran operasional yang terbatas. Sebagian atlet menempuh perjalanan laut dan darat dari Balikpapan menuju Surabaya, lalu dilanjutkan dengan bus hingga Bandar Lampung.

Ketua Umum Pengprov Hapkido Kaltim H Hendri Syachrum Syah mengatakan kondisi anggaran tersebut membuat manajemen harus mengatur perjalanan seefisien mungkin agar seluruh atlet tetap dapat bertanding.

“Yang kami lakukan adalah bagaimana keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk mengurangi semangat atlet. Kami atur perjalanan seefisien mungkin, tetapi target pembinaan dan prestasi tetap kami jaga,” ujarnya.

Rombongan pertama berangkat dari Balikpapan pada 21 September melalui jalur laut menuju Surabaya dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus. Mereka baru tiba di Bandar Lampung pada 25 September.

Sementara rombongan kedua yang diisi atlet asal Balikpapan berangkat melalui jalur udara pada 23 September dengan dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Balikpapan.

Ke-21 atlet tersebut berasal dari Balikpapan, Kutai Timur, Samarinda, dan Paser. Mereka turun pada kategori kadet, junior hingga senior.

Dua emas Kaltim masing-masing diraih Sofyan Rosykin Efendi pada nomor Nakbob Long Jump Putra dan Muhammad Aji Ferdinand pada Dairyun Junior Under 43 kilogram Putra.

Tiga medali perak disumbangkan Muhammad Rais Pandi Hakim pada Dairyun Senior Under 84 kilogram Putra, Sofyan Roziqin Efendi pada Nakbob High Jump Putra, serta Ksatria Ryu pada Dairyun Junior Under 43 kilogram Putra.

Sedangkan 10 medali perunggu diraih Jihan Salsabila Hamida Sugio, Maulana Malik Bahagia Cut, Rahmalia Yoniex Kurniawan, Devara Zaki Andaru, Gilang Saputra, Alief Emerald Tristian Tirto Sukoco, Muhammad Rafli Rahantan, Rizky Bagus Maulana, Flavio Sergio Lefpon Tatali, dan Jihan Gaziah Nabila.

Selain 15 medali, Kaltim juga mendapat penghargaan Best Team Participant dalam Kejurnas tersebut.

Hendri menuturkan hasil Kejurnas akan digunakan untuk melihat kekuatan atlet Kaltim sebelum menghadapi Babak Kualifikasi PON 2027. Menurutnya, medali yang diraih bukan menjadi tujuan akhir, melainkan bahan untuk menentukan pembinaan selanjutnya.

“Medali tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah kami mendapatkan gambaran tentang kekuatan atlet. Ini menjadi bahan evaluasi untuk pembinaan ke depan, terutama menghadapi Babak Kualifikasi PON 2027,” tuturnya.

Evaluasi akan dilakukan terhadap atlet yang tampil, termasuk pemetaan kembali kekuatan tim dan program latihan. Hapkido Kaltim menargetkan persiapan tersebut dapat mengantarkan atlet menuju PON XXII NTB–NTT 2028.

“Kami tidak ingin berhenti di 15 medali. Ini harus menjadi titik awal untuk membangun tim yang lebih kuat. Setelah pulang, evaluasi langsung kami lakukan. Target besarnya adalah menyiapkan atlet Kaltim untuk lolos dan bersaing di PON,” tegas Hendri.

Kontingen Kaltim mulai kembali ke Bumi Etam pada Senin, 28 September 2026. Rombongan udara bertolak dari Lampung menuju Balikpapan pada hari yang sama. Sedangkan rombongan jalur darat dan laut melanjutkan perjalanan melalui Surabaya sebelum menyeberang menuju Balikpapan dan diperkirakan tiba 1 Oktober 2026.

Related posts

Jadi Ketua KONI di Tengah Mepetnya Persiapan Porprov, Andi Amri Optimistis Bontang Tetap Tampil Maksimal

Rizki

Sepak Terjang Andi Amri, dari Pengelola BUMD hingga Nakhodai KONI Bontang

Rizki

Jelang Porprov Kaltim, KONI Soroti Persiapan yang Terlambat

R'sya Rahmadina