infosatu.co
OLAHRAGA

Muslimin Kritik Aturan Atlet Peraih Medali PON Tak Bisa Turun di Porprov

Teks: Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin (Foto: Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda Muslimin menyoroti aturan yang membuat sejumlah atlet peraih medali PON tidak dapat tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur di Paser.

Muslimin menyebut terdapat sekitar 10–15 atlet Samarinda yang pernah meraih medali PON dan terdampak aturan tersebut. Padahal, para atlet itu sebelumnya diproyeksikan dapat menyumbang medali bagi Samarinda pada Porprov.

“Itu akan mengganggu target juara umum kita. Karena ini berhitung medali emas,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 23 September 2026.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu dikaji kembali, terutama jika alasan pembatasan atlet peraih medali PON adalah regenerasi. Ia menilai regenerasi semestinya dapat diatur melalui batasan usia yang jelas.

“Kalau regenerasi mending kita batasin umur sekalian,” tuturnya.

Muslimin juga mempertanyakan penerapan aturan tersebut karena pada babak kualifikasi Porprov sebelumnya, ketentuan serupa belum diberlakukan. Akibatnya, atlet yang memenuhi ketentuan saat kualifikasi dapat lolos, tetapi kemudian menghadapi pembatasan ketika memasuki tahap pertandingan.

“Seharusnya ketika usia 30 tahun itu mau ditetapkan, babak kualifikasi juga ditetapkan usia umur itu. Sementara pada saat babak kualifikasi tidak ditetapkan aturan itu,” ungkapnya.

Persoalan tersebut menurut Muslimin juga berkaitan dengan persiapan menuju PON. Sebab, hasil Porprov akan menjadi salah satu rujukan untuk menyiapkan atlet menghadapi babak kualifikasi PON pada tahun berikutnya.

“Artinya apa? Mereka akan bertanding di babak kualifikasi PON. Hasil Porprov ini akan menjadi rujukan bahwa para juara di Porprov itu akan siap-siap untuk bertanding di babak kualifikasi PON,” jelasnya.

Ia mempertanyakan mekanisme selanjutnya apabila atlet peraih medali PON yang dilarang tampil di Porprov tetap memiliki kemampuan lebih baik dibanding atlet yang menjadi juara Porprov.

Dirinya menegaskan perlu ada kejelasan apakah nantinya atlet peraih medali PON akan kembali diseleksi bersama juara Porprov untuk menentukan wakil menuju babak kualifikasi PON.

Karena itu, ia berharap aturan tersebut dapat dikaji dengan mempertimbangkan tujuan pembinaan olahraga Kalimantan Timur dan persiapan atlet menuju PON.

Related posts

Borneo FC Samarinda Gandeng Se’Indonesia, Bidik Eksposur hingga Panggung ASEAN

Rizki

THB Porprov Belum Terbit, Samarinda Verifikasi Ulang 64 Cabor

R'sya Rahmadina

Percasi Kaltim Matangkan Persiapan Porprov dan Kejurnas, Target Pertahankan Lima Besar

R'sya Rahmadina