infosatu.co
Lifestyle

Belajar Sambil Mendengarkan Musik, Bantu Konsentrasi atau Justru Mengganggu?

Teks: Ilustrasi antara seseorang yang belajar sambil mendengarkan dan tidak mendengarkan musik. (ist)

Samarinda, Infosatu.co – Bagi sebagian orang terkhusus pelajar, belajar terasa lebih nyaman ketika ditemani musik. Ada yang memilih musik instrumental, lo-fi, musik klasik, bahkan lagu favorit dengan lirik. Musik dianggap dapat membuat suasana belajar lebih santai dan membantu mengurangi rasa bosan.

Kebiasaan itu sering dianggap bisa membuat belajar lebih nyaman. Namun, rasa nyaman belum tentu sama dengan konsentrasi yang lebih baik. Sejumlah penelitian di Indonesia justru menunjukkan hasil yang beragam ketika pengaruh musik terhadap perhatian dan konsentrasi belajar diuji secara langsung.

Salah satu penelitian dilakukan peneliti Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terhadap 15 mahasiswa psikologi semester enam. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Psikologi Tabularasa pada 2024 tersebut menguji perhatian belajar mahasiswa sebelum dan sesudah mendengarkan musik instrumental.

Hasilnya menunjukkan skor perhatian belajar meningkat rata-rata 4,6 poin setelah pemberian musik instrumental. Peneliti menyimpulkan musik instrumental memberikan pengaruh signifikan terhadap perhatian belajar dalam penelitian tersebut.

Temuan serupa terlihat dalam penelitian tindakan kelas di SMP Negeri 1 Talun, Kabupaten Cirebon. Penelitian terhadap 33 siswa kelas VIII itu menggunakan musik instrumental klasik dalam pembelajaran IPS.

Persentase konsentrasi siswa tercatat meningkat dari 60,08 persen pada siklus pertama menjadi 70,22 persen pada siklus kedua dan 82,14 persen pada siklus ketiga.

Namun, hasil berbeda muncul dalam penelitian yang lebih baru. Peneliti dari Universitas Indonesia Membangun pada 2025 menguji penggunaan musik instrumental terhadap konsentrasi siswa sekolah dasar di Bandung.

Penelitian menggunakan desain pretest-posttest dengan satu kelompok. Hasilnya menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan konsentrasi setelah siswa mendengarkan musik instrumental, tetapi peningkatan tersebut belum signifikan secara statistik. Peneliti menyebut musik instrumental masih memiliki potensi sebagai pendukung konsentrasi, tetapi membutuhkan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat.

Bagaimana dengan Musik Lo-Fi?

Lo-fi juga menarik karena jenis musik ini cukup sering digunakan sebagai teman belajar. Musik lo-fi adalah genre musik instrumen berkarakter santai yang sengaja menonjolkan ketidaksempurnaan suara seperti desisan kaset lama, rintik hujan, atau derau piringan hitam.

Penelitian dari Universitas Negeri Padang yang diterbitkan pada 2025 menguji pengaruh musik lo-fi terhadap konsentrasi mahasiswa.

Penelitian tersebut melibatkan delapan mahasiswa dan menggunakan desain one group pretest-posttest. Hasilnya menunjukkan terdapat perubahan nilai rata-rata sebelum dan sesudah perlakuan, tetapi perbedaannya tidak signifikan secara statistik dengan nilai signifikansi 0,134.

Artinya, mahasiswa dalam penelitian tersebut belum bisa dikatakan mengalami peningkatan konsentrasi yang disebabkan oleh musik lo-fi.

Ada penelitian lain dari Institut Seni Indonesia Padangpanjang yang melibatkan 30 mahasiswa. Dalam survei tersebut, sebagian besar responden mengatakan musik lo-fi membuat mereka lebih fokus dan nyaman ketika belajar. Namun, penelitian itu menggunakan metode survei berdasarkan persepsi responden, bukan pengujian eksperimental terhadap perubahan konsentrasi.

Perbedaan hasil ini penting. Seseorang bisa merasa lebih nyaman ketika belajar dengan musik, tetapi perasaan tersebut belum tentu berarti kemampuan mempertahankan perhatian atau memahami materi ikut meningkat.

Musik dengan Lirik Bisa Jadi Gangguan

Jenis tugas yang dikerjakan juga perlu diperhatikan. Ketika membaca buku, menghafal materi, atau menulis, otak sudah harus memproses informasi dalam jumlah cukup banyak. Lagu dengan lirik menambahkan informasi verbal lain yang juga harus diproses.

Karena itu, musik instrumental sering menjadi pilihan dalam penelitian mengenai konsentrasi belajar. Musik tersebut tidak membawa informasi berupa lirik yang harus diikuti pendengar.

Meski begitu, bukan berarti musik instrumental pasti cocok untuk semua orang. Penelitian dari Universitas Indonesia Membangun menunjukkan peningkatannya belum signifikan, sementara penelitian UIN Malang menemukan hasil yang lebih positif. Perbedaan metode, jumlah peserta, usia, jenis tugas, dan kondisi penelitian dapat memengaruhi hasilnya.

Jadi, Perlu Musik Saat Belajar?

Jawabannya tidak harus selalu iya atau tidak.

Jika musik membuat suasana belajar lebih nyaman tanpa membuat perhatian berpindah ke lagu, musik instrumental atau jenis musik dengan gangguan minimal bisa dicoba. Sebaliknya, jika seseorang justru ikut menyanyi, mengganti-ganti lagu, membuka media sosial untuk mencari musik, atau malah sibuk memperhatikan lirik, musik bisa menjadi gangguan tambahan.

Cara paling sederhana adalah membandingkan hasil belajar. Coba satu sesi belajar tanpa musik dan sesi lain dengan musik. Gunakan waktu yang sama dan kerjakan jenis tugas yang serupa. Setelah itu, lihat berapa banyak materi yang benar-benar dipahami dan tugas yang berhasil diselesaikan.

Penelitian di Indonesia belum memberikan satu jawaban yang berlaku untuk semua pelajar. Ada studi yang menemukan peningkatan perhatian setelah mendengarkan musik instrumental, tetapi ada pula penelitian yang tidak menemukan peningkatan signifikan.

Jadi, musik boleh menjadi teman belajar, tetapi jangan sampai tujuan belajar justru berubah menjadi sekadar menikmati musik.

Related posts

Belajar Sedikit tapi Rutin, Benarkah Lebih Efektif?

Rizki

Pikiran Mulai Penuh karena Pekerjaan? Ini Cara Sederhana Mengelola Stres Sehari-hari

Emmy Haryanti

Bukan Sekadar Minum Air, Ini Pilihan Makanan yang Bantu Tubuh Tetap Terhidrasi Saat Cuaca Panas

Emmy Haryanti