Samarinda, Infosatu.co – Borneo FC Samarinda harus mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan kekalahan setelah takluk 0-1 dari Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, 5 September 2026.
Gol tunggal Persija dicetak Alexander Jeremejeff pada menit ke-45+1. Penyerang asal Swedia itu menyambut umpan Hanif Sjahbandi melalui sundulan yang tidak mampu dibendung penjaga gawang Borneo FC, Aldo Geraldo Manuel Monteiro.
Meski gagal meraih poin, Borneo FC mampu menciptakan lebih banyak peluang sepanjang pertandingan.
Berdasarkan statistik, Pesut Etam melepaskan 17 tembakan, dengan sembilan di antaranya tepat sasaran. Sementara Persija mencatat delapan tembakan dan hanya tiga yang mengarah ke gawang.
Borneo FC juga menghasilkan 12 umpan kunci, dua kali lebih banyak dibandingkan Persija yang mencatat enam umpan kunci.
Penjaga gawang Persija, Nadeo Arga Winata, menjadi salah satu pemain yang sibuk sepanjang pertandingan dengan mencatat sembilan penyelamatan. Catatan tersebut memperlihatkan sejumlah peluang Borneo FC berhasil dimentahkan sebelum berujung gol.
Pelatih Borneo FC Mauro Alexandre Tavares Jeronimo mengakui timnya masih kurang efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.
“Kami memiliki lebih banyak tembakan, lebih banyak kesempatan. Kami kurang efisien. Persija memiliki satu situasi di dalam kotak dan mereka memanfaatkannya menjadi gol,” kata Mauro dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Mauro menyebut Borneo FC memiliki dua hingga tiga situasi satu lawan satu dengan penjaga gawang yang seharusnya dapat dimaksimalkan menjadi gol.
“Kira-kira kami memiliki dua atau tiga situasi satu lawan satu dengan goalkeeper yang harusnya kami menang,” ujarnya.
Menurut Mauro, efektivitas di depan gawang menjadi pekerjaan yang harus diperbaiki melalui latihan. Ia menilai situasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga perasaan dan inspirasi pemain ketika berada di depan gawang.
“Ketika kami berada di depan gawang, kami tidak menang. Tapi setidaknya ketika kami menciptakan, kami bisa positif. Gol akan datang. Masalahnya adalah jika kita tidak menciptakan, itu masalahnya,” tutur Mauro.
Mauro menegaskan kekalahan dari Persija tidak serta-merta membuat seluruh penampilan tim menjadi buruk. Sebagai tim yang baru dibentuk, Borneo FC masih dalam proses membangun identitas permainan.
“Kami adalah tim baru. Kami memiliki lebih dari 23 pemain. Kami membangun tim baru, kami membangun identitas baru. Kami juga memiliki banyak pemain muda,” katanya.
Menurutnya, mentalitas yang ditunjukkan para pemain sepanjang pertandingan menjadi hal positif yang patut dipertahankan.
Mauro percaya jika tim mampu mempertahankan semangat dan terus menciptakan peluang, kemenangan akan segera datang.
“Jika kita bisa menjaga semangat seperti yang kami lakukan hari ini dan jika kami bisa terus membuat kemungkinan, saya yakin kami akan menang,” tegasnya.
Mauro juga menyampaikan apresiasi kepada suporter Borneo FC yang hadir di Stadion Segiri. Dukungan Pusamania dinilainya menjadi energi tambahan bagi pemain sepanjang pertandingan.
“Terima kasih kepada penggemar Borneo. Mereka sangat mendukung kami. Mereka mencoba untuk mendorong tim dan kami mencoba sedaya upaya untuk mengembangkan hasil pertandingan,” ujarnya.
Sementara itu, gelandang Borneo FC Muh. Dwiky Hardiansyah menyebut pertandingan melawan Persija menjadi pengalaman awal bagi tim di kompetisi musim ini. Ia memastikan tim akan melakukan evaluasi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
“Ini baru awal kompetisi dan kami beberapa kali mendapatkan peluang. Insyaallah di pertandingan selanjutnya kita akan evaluasi dan insyaallah mendapatkan tiga poin,” kata Dwiky.
Ia juga mengungkapkan keterbatasan pilihan di lini depan. Beberapa pemain yang berposisi sebagai striker belum berada dalam kondisi yang cukup fit untuk masuk daftar pemain cadangan.
Karena itu, Borneo FC harus memaksimalkan pemain yang tersedia dan dinilai paling siap untuk pertandingan.
“Kami tidak memiliki striker karena saat ini pemain-pemain yang keluar tidak berkondisi untuk berada di bench. Jadi kami harus menggunakan yang tersedia dan paling cocok untuk permainan,” ujar Mauro.
Hasil ini menjadi evaluasi awal bagi Borneo FC yang musim ini membangun skuad dengan sejumlah pemain baru.
Fokus utama tim selanjutnya adalah meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir agar peluang yang tercipta dapat menghasilkan gol.
Laga berikutnya, Borneo FC akan bertandang menghadapi Persijap Jepara pada 12 September 2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Gelora Bumi Kartini (GBK), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
