infosatu.co
EKONOMI

Efisiensi Bukan Berarti Hentikan Belanja, tapi Pangkas Pemborosan

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan kebijakan efisiensi anggaran tidak berarti menghentikan pembangunan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan pihaknya justru mengarahkan anggaran dari belanja yang dinilai tidak prioritas untuk membiayai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ia mengatakan prinsip tersebut terlihat dari sejumlah pembangunan dan fasilitas publik yang tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Efisiensi bukan untuk berhenti belanja, tapi kita berani berhenti boros sehingga dana APBD itu kita bisa gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Andi Harun, Senin 24 Agustus 2026 malam.

Dalam waktu dekat Pemkot Samarinda akan meresmikan empat puskesmas dan satu rumah sakit ibu dan anak. Di sisi lain, Teras Samarinda tahap II juga segera digunakan masyarakat.

Selain itu, pemkot mulai mengerjakan sodetan dari Jalan Ceremai menuju Sungai Mahakam sebagai bagian dari penanganan banjir.

Menurut Andi Harun, capaian tersebut menjadi bukti bahwa efisiensi dapat dilakukan tanpa menghentikan program pembangunan.

“Dalam keadaan efisiensi anggaran kita bisa meresmikan empat puskesmas, satu rumah sakit ibu dan anak, Teras bisa selesai tiga segmen, kemudian kita memulai lagi pekerjaan sodetan,” ujarnya.

Pembangunan fasilitas pendidikan juga akan terus berjalan. Pada bulan berikutnya (September) sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP dijadwalkan ikut diresmikan.

Baginya, kondisi tersebut menunjukkan kegiatan pembangunan di Samarinda tetap berjalan meski pemerintah harus lebih selektif dalam menggunakan anggaran.

Ia berharap pola kerja itu menjadi budaya di lingkungan Pemkot Samarinda, yakni menyamakan persepsi untuk berhemat dan mengurangi belanja yang tidak prioritas.

“Kalau kita kompak di lingkungan pemerintah kota, berhasil menyamakan persepsi, berhasil membangun komitmen untuk berhemat, berefisiensi, anggaran yang tadinya tidak prioritas bisa kita pakai untuk hal-hal yang bermanfaat bagi rakyat,” pungkasnya.

Related posts

Tarif Tertinggi Sewa Ruko Mal Lembuswana Capai Rp120 Juta per Tahun, MBS Sebut Mengacu KJPP

Rizki

Masa Transisi Pengelolaan Mal Lembuswana, Empat Investor Nyatakan Minat

Rizki

BUMD Kaltim Agresif Cari Peluang Bisnis, Kejar Tambahan PAD

Emmy Haryanti