Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan perubahan pola parkir di sekitar Teras Samarinda seiring dibukanya kawasan tersebut (Teras Samarinda tahap 2) sebagai ruang publik.
Pemkot berencana mengarahkan kendaraan pengunjung ke basement Pasar Pagi untuk mencegah parkir liar di medan jalan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun menjelaskan rencana tersebut berkaitan dengan keterbatasan kapasitas parkir di sekitar kawasan Teras Samarinda.
“Kita proyeksikan kalau tidak memakai pagar median jalan, kemungkinan ada potensi orang parkir di sekitar median jalan. Memang parkirnya kalau di sini (kawasan depan Teras Samarinda tahap 2) tidak cukup kapasitas ruang parkirnya,” kata Andi Harun, Senin 24 Agustus 2026.
Menurutnya, Pemkot Samarinda tengah mempertimbangkan penyambungan pagar di depan Pasar Pagi. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kawasan tetap tertata dan mendorong masyarakat menggunakan lokasi parkir yang telah disediakan.
Kendaraan nantinya diarahkan menuju basement Pasar Pagi. Sementara pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Teras Samarinda.
Ia mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya tertib parkir di Kota Tepian.
Meskipun Andi Harun mengakui, perubahan pola tersebut berpotensi menimbulkan keluhan dari masyarakat, terutama karena pengunjung harus berjalan lebih jauh. Namun ia menilai ruang publik memang seharusnya mendorong aktivitas berjalan kaki.
“Rekreasi itu butuh gerakan fisik sambil berjalan,” tuturnya.
Ia mencontohkan sejumlah kawasan wisata di luar negeri yang tidak menyediakan parkir kendaraan tepat di lokasi utama. Pengunjung biasanya hanya diturunkan di titik tertentu kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Karena itu, ia berharap masyarakat dapat melihat Teras Samarinda bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi sebagai destinasi rekreasi perkotaan yang mudah dijangkau dan terjangkau bagi masyarakat.
“Tidak perlu lagi jauh-jauh, kita bisa berwisata kota dengan budget yang sangat terjangkau,” tandasnya.
