infosatu.co
PEMERINTAH

Kekeringan Meluas di Samarinda, Lebih dari 80 Hektare Lahan Terdampak dan Hortikultura Mulai Terancam

Teks: Ilustrasi lahan pertanian yang mengalami kekeringan akibat kemarau. (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Luasan lahan pertanian di Kota Samarinda yang terdampak kekeringan dan terancam gagal panen kini mencapai lebih dari 80 hektare.

Angka tersebut meningkat dari sekitar 50 hektare lahan di kawasan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, yang sebelumnya dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda Dwi Rahmi Adiaty mengatakan data tersebut dihimpun dari laporan langsung para petani dan hasil rapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda.

“Tidak hanya di Kelurahan Tanah Merah saja, tapi juga terjadi di kelurahan lain. Kita juga turut mendata dari hasil laporan langsung para petani lebih dari 80 hektare di Kota Samarinda yang mengalami kekeringan dan ancaman gagal panen,” ujar Dwi, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sebelumnya, BPBD Samarinda melaporkan sekitar 50 hektare lahan pertanian di kawasan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara berpotensi gagal panen apabila tidak mendapat pasokan air yang cukup.

Dwi mengatakan kondisi kekeringan menjadi perhatian karena sebagian tanaman padi masih berada dalam tahap pengisian bulir. Sementara sebagian lahan lainnya sudah memasuki masa panen.

“Untuk saat ini, padi sudah beberapa ada yang panen, tapi memang untuk kekeringan ini sudah terjadi, sehingga ada juga yang terancam gagal panen termasuk di hortikultura, sayuran-sayuran,” katanya.

Selain tanaman padi, kekeringan mulai mengancam tanaman hortikultura, terutama sayuran berumur pendek. Namun, lahan hortikultura di Samarinda umumnya tersebar dalam titik-titik kecil dan tidak berada dalam satu hamparan luas.

Menurut Dwi, kondisi tersebut masih memungkinkan ditangani dengan alternatif sumber air seperti sumur. Pemerintah juga tengah membahas kemungkinan intervensi berupa pompa dan selang untuk membantu petani.

“Kita juga dari dinas memikirkan apakah bantuannya pompa dan selang, tapi di sisi lain kita khawatirkan sumber air terdekatnya tidak ada,” jelasnya.

Dwi menyebut opsi penanganan masih dibicarakan bersama pihak terkait dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing lokasi terdampak.

“Ini mungkin bisa ditanggulangi dengan sumur. Kita juga masih memikirkan upaya ke depannya bersama pihak terkait,” katanya.

Kondisi panas yang dikhawatirkan berlangsung hingga akhir tahun juga menjadi perhatian terhadap pasokan sayuran dari wilayah perkebunan yang selama ini menyuplai kebutuhan Samarinda.

“Yang kita khawatirkan adalah pasokan dari perkebunan yang menyuplai sayur-sayuran,” pungkas Dwi.

Related posts

Rekayasa Cuaca Disiapkan di 4 Wilayah Kaltim, Samarinda Belum Masuk Sasaran

Rizki

El Nino Ancam Pertanian Samarinda, 50 Hektare Lahan Terancam Gagal Panen

Rizki

Gubernur Kaltim Resmikan Jalan Simpang Perdau–Tepian Langsat, Minta KPC Segera Bangun Jalur Sangatta

Emmy Haryanti