Samarinda, Infosatu.co – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi persoalan rendahnya partisipasi masyarakat. Padahal, setiap puskesmas telah menyiapkan kapasitas pelayanan hingga 30 orang per hari, namun rata-rata hanya satu sampai dua warga yang datang untuk memanfaatkan layanan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis sebenarnya telah tersedia di seluruh wilayah.
“Setiap puskesmas kita siapkan kuota sekitar 30 orang per hari. Tetapi rata-rata yang datang hanya satu sampai dua orang,” ungkapnya Senin, 10 Agustus 2026
Menurutnya, rendahnya kunjungan tersebut turut membuat capaian program CKG masih jauh dari sasaran yang ditetapkan pemerintah.
Selama sekitar satu setengah tahun pelaksanaan program, jumlah masyarakat yang telah mengikuti CKG di Kaltim baru mencapai sekitar 300 ribu orang. Sementara pemerintah menargetkan partisipasi mencapai Rp800 ribu hingga Rp900 ribu warga dalam periode tersebut.
Jaya menilai salah satu faktor yang membuat masyarakat belum banyak memanfaatkan layanan tersebut adalah masih adanya informasi yang keliru mengenai mekanisme CKG.
Sebagian masyarakat masih mengira pemeriksaan hanya dapat dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun. Ada pula yang menganggap pendaftaran wajib dilakukan melalui aplikasi SATUSEHAT.
Padahal, mekanisme pelayanan telah disederhanakan. Warga tidak perlu menunggu hari ulang tahun maupun melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi.
“Tidak harus saat ulang tahun dan tidak perlu mendaftar melalui aplikasi SATUSEHAT terlebih dahulu. Datang saja ke puskesmas, masyarakat akan langsung dilayani,” jelasnya.
Jaya menyebut setiap warga dapat memanfaatkan layanan CKG setidaknya satu kali dalam setahun. Pemeriksaan juga dapat dilakukan kembali apabila terdapat kebutuhan tertentu sesuai kondisi kesehatan masyarakat.
Untuk meningkatkan pemanfaatan layanan, Dinkes Kaltim mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga lebih aktif mengajak masyarakat datang memeriksakan kesehatannya.
Sosialisasi akan diperkuat melalui tenaga kesehatan di puskesmas, kader kesehatan, perangkat desa hingga kelurahan.
Program tersebut saat ini didukung 188 puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kaltim. Dengan jaringan fasilitas yang cukup luas, pemerintah berharap kapasitas pelayanan yang tersedia dapat lebih banyak dimanfaatkan masyarakat.
“Pemerintah kabupaten/kota kami arahkan untuk lebih aktif melakukan sosialisasi dan memaksimalkan layanan puskesmas di wilayah mereka,” pungkas Jaya.
