infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Waspada PMK, Pemkot Samarinda Perketat Jalur Masuk Hewan Kurban

Teks: Salah satu hewan kurban yang telah dilakukan pemeriksaan kesehatan. (Emmi/infosatu)

Samarinda, infosatu.co – Menjelang Iduladha, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit pada hewan kurban dengan memperketat pengawasan sejak dari daerah asal hingga ke lokasi penjualan.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) memastikan setiap ternak yang akan dikurbankan telah melalui prosedur kesehatan yang ketat guna mencegah penyebaran penyakit, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Distapangtani Samarinda Darham mengungkapkan langkah pengawasan telah dimulai jauh sebelum hewan tiba di kota.

Pemantauan dilakukan sejak satu bulan sebelumnya, terutama terhadap ternak yang didatangkan dari luar pulau.

Menurutnya, setiap hewan wajib melewati tahapan pemeriksaan kesehatan, karantina, hingga vaksinasi sebelum akhirnya diperbolehkan masuk ke Samarinda.

“Sejak dari daerah asal sudah kami awasi, begitu tiba langsung dilakukan vaksinasi tambahan,” jelasnya.

Tak hanya itu, proses pengiriman juga harus dilengkapi dokumen kesehatan resmi serta melibatkan dokter hewan untuk memastikan kondisi ternak benar-benar layak.

Pemeriksaan berlapis ini menjadi langkah penting untuk menekan risiko penularan PMK yang masih menjadi perhatian serius pemerintah.

Setibanya di Samarinda, hewan-hewan tersebut tidak langsung didistribusikan. Seluruhnya dikumpulkan terlebih dahulu untuk menjalani vaksinasi lanjutan sebelum akhirnya diberi penanda khusus berupa kode batang di bagian telinga.

Penandaan tersebut menjadi bukti bahwa hewan telah melalui prosedur kesehatan yang ditetapkan.

“Setelah divaksin, kami beri tanda khusus sebagai bukti bahwa hewan tersebut sudah lolos pemeriksaan,” ujarnya.

Selain pengawasan di pintu masuk, Distapangtani juga melakukan inspeksi langsung ke lapak-lapak penjualan hewan kurban, termasuk pedagang musiman yang banyak bermunculan di pinggir jalan.

Tim di lapangan secara rutin melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan kondisi hewan tetap sehat hingga waktu penyembelihan.

Jika ditemukan ternak dalam kondisi kurang sehat, petugas akan memberikan penanganan terlebih dahulu. Namun apabila tidak menunjukkan perbaikan, hewan tersebut akan dikembalikan ke daerah asal.

“Kalau ditemukan sakit, kami tangani dulu. Kalau tidak layak, kami kembalikan,” tegas Darham.

Dengan sistem pengawasan menyeluruh ini, Pemkot Samarinda memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan layak dikonsumsi.

“Sejauh ini, hewan kurban yang dijual sudah memenuhi standar kesehatan,” pungkasnya.

Related posts

Alarm Bagi Petani Senior, Salah Dosis Pestisida Bisa Berujung Fatal

Emmy Haryanti

Perpisahan Sekolah Boleh, Tanpa Pungutan

Emmy Haryanti

Pendaftaran Siswa Baru Beralih ke Sistem Online, Disdikbud Samarinda Siap Gulirkan SPMB Akhir Mei

Emmy Haryanti