Bontang, infosatu.co – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bontang mulai menunjukkan capaian signifikan dengan menembus pasar internasional.
Hingga April 2026, produk UMKM lokal tercatat telah masuk ke sedikitnya enam negara serta mengantongi puluhan kontrak dagang global.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang Eko Arisandi menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pembinaan dan penguatan kapasitas pelaku usaha, termasuk melalui kegiatan sosialisasi tata cara ekspor yang digelar beberapa waktu lalu.
“UMKM Bontang sudah mulai menembus pasar internasional. Ini terlihat dari capaian kontrak dagang dan kerja sama dengan buyer luar negeri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu, 3 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, pada ajang Trade Expo Indonesia 2025, UMKM Bontang berhasil mencatatkan 20 kontrak dagang dan satu nota kesepahaman (MoU) dengan pembeli internasional.
“Selain itu, dalam kegiatan business matching dengan mitra dari Malaysia, pelaku UMKM kita juga mendapatkan tambahan tiga MoU dan satu Letter of Intent,” katanya.
Produk-produk UMKM Bontang kini telah menjangkau pasar di sejumlah negara, yakni Yordania, Australia, Korea, Abu Dhabi, Malaysia, hingga Selandia Baru.
Produk-produknya pun beragam, mulai dari teh gaharu herbal, jahe merah, amplang, berbagai jenis keripik, hingga olahan kuliner seperti abon tuna, gammi bawis dan rendang sapi.
Menurut Eko, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa produk lokal memiliki daya saing, asalkan didukung dengan pemahaman pasar dan prosedur ekspor yang tepat.
“Melalui sosialisasi ekspor yang kami lakukan, pelaku UMKM dibekali pemahaman teknis agar mampu melakukan ekspor secara mandiri dan sesuai aturan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran berbagai pihak, termasuk perusahaan yang turut berkontribusi dalam pembinaan UMKM di Bontang.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan perusahaan seperti PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Kaltim Nitrates Indonesia, dan PT Pamapersada Nusantara yang ikut membina dan memperkuat UMKM. Sinergi ini sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Kota Bontang Lukman menilai capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Pelaku UMKM harus terus didorong agar memiliki keberanian dan kemampuan teknis untuk bersaing di pasar internasional,” katanya.
Ia berharap tren positif ini dapat berlanjut dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau UMKM kita semakin kuat dan mampu ekspor, tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
