Kota Pasuruan, infosatu.co — Gelanggang olahraga Kota Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), kembali “bergemuruh”. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pasuruan resmi menabuh genderang seleksi kejuaraan pencak silat antarperguruan tahun 2026.
Ajang ini menjadi kawah candradimuka bagi ratusan pendekar muda untuk memperebutkan tiket emas menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur.
Kompetisi bergengsi ini memadukan keindahan kategori seni dan ketangguhan kategori fighter, dengan diikuti 16 perguruan silat yang berada di bawah naungan IPSI Kota Pasuruan.
Antusiasme peserta pun membeludak, dengan total 424 pesilat yang ambil bagian terdiri dari 227 putra dan 196 putri.
Para atlet muda tersebut dibagi dalam empat kelompok usia untuk menjamin pembinaan berjenjang, mulai dari kategori Dini 1 dan 2 (tingkat SD), Pra-Remaja (SMP), hingga Remaja (SMA).
Sistem ini diharapkan mampu mencetak generasi pesilat yang matang sejak usia dini.
Sejumlah perguruan besar turut menurunkan kekuatan terbaiknya, di antaranya Tapak Suci, Persaudaraan Setia Hati Terate, Pagar Nusa, Perisai Diri, hingga Merpati Putih.
Tak ketinggalan, perguruan lokal seperti Kuntu Mancilan dan Untung Suropati juga ikut meramaikan persaingan.
Ketua IPSI Kota Pasuruan, Farid Misbah, yang hadir bersama M. Yasin, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan seleksi ketat untuk membentuk tim bayangan terbaik Kota Pasuruan.
“Ajang ini adalah proses seleksi ketat. Pemenang terbaik dari sini akan langsung kita gembleng untuk bertarung di Kejurprov yang akan digelar di Surabaya pada Mei mendatang. Kami hanya mengirim mereka yang mental dan tekniknya benar-benar siap,” tegas Farid, Sabtu 25 April 2026.
Senada dengan itu, Yasin berharap seleksi ini mampu melahirkan “darah baru” yang bisa mengembalikan kejayaan pencak silat Kota Pasuruan di level provinsi hingga nasional.
Setelah melalui babak penyisihan yang berlangsung sengit sepanjang hari, tensi pertandingan dipastikan mencapai puncaknya pada Minggu 26 April 2026.
Laga semifinal dan final akan menjadi penentu siapa yang berhak menyandang gelar juara.
Tak hanya medali dan piagam, panitia juga menyiapkan Piala Tetap bagi kontingen yang berhasil meraih predikat Juara Umum 1, 2, dan 3 sebuah simbol supremasi perguruan silat terkuat di Kota Pasuruan tahun ini.
Kini, publik Pasuruan menanti siapa yang akan tampil sebagai jawara sejati dan mendominasi podium juara. Gelanggang telah siap, para pendekar telah bertarung tinggal sejarah yang akan menjawab.
