Bontang, infosatu.co – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), adalah lembaga negara yang mengawasi kegiatan hulu migas di Indonesia.
Saat ini mengonfirmasi adanya temuan cadangan gas baru dari kegiatan eksplorasi yang dilakukan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Ente Nazionale Idrocarburi (ENI) West Ganal di perairan Kalimantan Timur (Kaltim).
ENI sendiri adalah perusahaan energi multinasional raksasa asal Italia yang berfokus pada eksplorasi, produksi, penyulingan, dan pemasaran minyak dan gas bumi.
Temuan tersebut berasal dari Sumur Eksplorasi Maha-3 yang diperkirakan memiliki potensi produksi sekitar 100 juta kaki kubik gas per hari (MMscfd).
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan-Sulawesi, Azhari Idris, membenarkan tambahan pasokan gas tersebut berasal dari sumur yang dikelola perusahaan energi internasional ENI.
“Iya, itu dari Maha yang dikelola oleh ENI. Dan itu sudah kita temukan,” ujar Azhari usai menghadiri acara buka puasa bersama di Badak LNG di Bontang, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, SKK Migas masih akan melanjutkan kegiatan eksplorasi di beberapa wilayah lain dengan harapan menemukan cadangan gas tambahan.
“Kita akan terus mengebor di beberapa tempat lain dan mendapatkan temuan-temuan baru lagi,” katanya.
Ia berharap temuan tersebut dapat memperkuat pasokan gas di kawasan Kaltim sekaligus mendukung keberlanjutan industri migas di Kota Bontang.
“Kalau ada temuan-temuan besar lagi, kita bisa menyertai apa yang sudah ditemukan dan diproduksikan dalam waktu dekat sehingga Bontang ini bisa lebih berusia panjang,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan pengeboran Sumur Maha-3 dimulai pada 30 Desember 2025 dan selesai pada 15 Januari 2026 dengan kedalaman mencapai sekitar 2.952 meter measured depth (MD).
Dari hasil pengeboran tersebut ditemukan lapisan reservoir gas atau formasi batuan berpori dan permeabel di bawah permukaan bumi yang berfungsi sebagai wadah alami untuk menyimpan minyak bumi dan gas alam dengan ketebalan sekitar 8,7 meter serta tekanan reservoir mencapai 3.654 psi.
Kualitas batuan reservoir juga dinilai cukup baik dengan permeabilitas rata-rata 230 miliDarcy, yang menunjukkan kemampuan batuan dalam mengalirkan fluida hidrokarbon secara optimal.
Saat ini sumur tersebut telah memasuki tahap komplesi, yakni pemasangan berbagai peralatan produksi sebelum dapat beroperasi secara penuh.
SKK Migas menargetkan Sumur Maha-3 mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Produksi gas dari sumur tersebut nantinya akan dipasok ke kilang pengolahan gas alam cair milik Badak LNG di Bontang.
Tambahan produksi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar tiga kargo LNG yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi domestik. (Adv)
