infosatu.co
NASIONAL

Menaker Yassierli Dorong Perusahaan Bantu Pekerja Berkembang, Bukan Sekadar Memberi Pekerjaan

Teks: Menaker Yassierli di acara penandatangaan perjanjian kerja bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan Sertifikat Karyawan Jasa Marga (ist/humaskemnaker).

Jakarta, infosatu.co — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan perusahaan tidak cukup hanya menyediakan lapangan pekerjaan bagi karyawannya.

Ia menilai perusahaan juga perlu membuka ruang bagi pekerja untuk terus berkembang, meningkatkan keterampilan, serta menyiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.

Menurut Yassierli, pekerja tidak seharusnya bertahun-tahun berada pada posisi yang sama tanpa adanya kesempatan untuk belajar atau mengembangkan kemampuan.

Ia menekankan bahwa pengembangan karier pekerja merupakan bagian penting dari hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan.

“Ini harus kita pahami sebagai sebuah strategi. Ketika kita memampukan pekerja, ketika kita memberdayakan mereka, maka itu akan memberikan dampak jangka panjang bagi perusahaan,” ungkapnya.

Itu disampaikan dalam sambutan kegiatan pendataan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode Tahun 2026-2028 antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan Sertifikat Karyawan Jasa Marga.

Ia menjelaskan, pekerja yang merasa didukung untuk berkembang akan memiliki keterikatan yang lebih kuat dengan perusahaan.

Hal tersebut tidak hanya meningkatkan semangat kerja, tetapi juga mendorong ketahanan perusahaan dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi di dunia kerja.

Menurutnya, ketika pekerja diberi ruang untuk tumbuh, mereka tidak hanya menjalankan tugas sebagai kewajiban semata.

Lebih dari itu, pekerja akan memiliki rasa memiliki terhadap pekerjaannya serta keinginan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar.

“Memberdayakan pekerja berarti membuat pekerjaan mereka menjadi bermakna. Mereka memiliki semangat dan keterlibatan yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas,” katanya.

Yassierli juga menilai nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah perlu terus dihidupkan dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan.

Ia menyebut nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari kekuatan sosial bangsa Indonesia yang harus dijaga dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.

“Ada yang hilang dari DNA kita. Kita ini bangsa yang punya semangat gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah. DNA ini harus kita bangkitkan kembali,” tuturnya.

Di tengah dinamika dunia kerja yang semakin cepat berubah, Yassierli mengaku prihatin apabila masih ada pekerja yang telah mengabdi selama 10 hingga 20 tahun tetapi tidak mengalami perkembangan karier.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Ia menilai setiap individu memiliki potensi besar yang perlu didukung agar dapat berkembang secara optimal.

“Manusia itu memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Tugas kita adalah membantu menemukan dan mengoptimalkan potensi tersebut,” ujarnya.

Sebagai contoh, Yassierli mengaku kerap mendorong para pekerja di berbagai posisi untuk mempelajari keterampilan baru, termasuk kemampuan menggunakan komputer.

Hal ini dinilai penting agar pekerja memiliki bekal untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Driver saya dorong untuk belajar komputer. Satpam dan OB juga saya dorong untuk belajar komputer, karena kita tidak ingin mereka selamanya berada di posisi itu,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan dunia kerja ke depan akan dihadapkan pada tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi.

Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi atau agility menjadi kunci bagi pekerja maupun perusahaan.

“Tantangan ke depan tidak mudah. Ketidakpastian sekarang sangat tinggi. Karena itu agility menjadi kunci,” tegasnya.

Ia berharap perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk Jasa Marga, dapat menjadi contoh dalam membangun hubungan industrial yang tidak hanya harmonis.

Tetapi juga benar-benar memanusiakan pekerja serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan.

Related posts

Polres Pasuruan Kota Amankan Safari Ramadan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Sejumlah Ponpes

Zainal Abidin

Menaker Tinjau Posko THR, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi Jelang Lebaran

Emmy Haryanti

Karutan Bangil Hadiri Safari Ramadan di Lapas Malang, Silaturahmi Jajaran Pemasyarakatan

Zainal Abidin

You cannot copy content of this page