Samarinda, infosatu.co – Chief Executive Officer (CEO) Media Sukri Indonesia (MSI Group) Mohammad Sukri mendorong seluruh wartawan di bawah naungan MSI Group untuk memperluas eksplorasi liputan hingga ke wilayah pedesaan.
Hal ini menurut Sukri, dimaksudkan guna menemukan potensi berita yang bernilai, aktual, dan berdampak bagi masyarakat luas.
Dorongan tersebut disampaikan Sukri saat kegiatan evaluasi dan briefing wartawan MSI Group yang digelar di Kantor MSI Group Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Sabtu, 24 Januari 2026.
Sukri menegaskan bahwa di tengah dinamika industri pers yang semakin kompetitif, wartawan tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga dituntut memiliki mental terobosan, kualitas kerja tinggi, serta visi besar sebagai jurnalis profesional.
Ia menjelaskan, MSI Group saat ini tidak menggantungkan keberlangsungan media pada kontrak berita komersial, kecuali adanya kerja sama resmi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.
Kondisi tersebut, menurutnya jelas menuntut wartawan untuk terus belajar, adaptif, dan menghasilkan liputan berkualitas.
“Saat ini kita tidak berkontrak. Yang kita kejar adalah kecepatan, kualitas, dan potensi berita. Dari situ peluang bisa terbuka ke mana saja,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar wartawan MSI Group tidak hanya terpaku pada liputan lokal, tetapi mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Sebagai bentuk kesiapan, Sukri mendorong wartawan untuk memiliki paspor sebagai bagian dari kesiapan liputan ke luar negeri.
“Saya ingin suatu hari wartawan kita bisa liputan ke luar negeri. Kuncinya ada pada keyakinan dan mental sebagai jurnalis,” katanya.
Dalam arahannya, Sukri menekankan pentingnya kesiapan mental, profesionalisme, serta integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia juga mengingatkan pentingnya identitas profesi, seperti kepemilikan kartu pers dan sertifikasi, untuk menunjang kredibilitas wartawan.
Selain itu, ia meminta wartawan tidak bergantung pada berita salin-tempel, melainkan aktif turun langsung ke lapangan.
Menurutnya, nilai utama sebuah berita terletak pada kecepatan penyajian, orisinalitas, serta dampaknya bagi pembaca.
“Lebih baik berita singkat tapi cepat tayang, kemudian di-update, daripada menunggu lama tapi kehilangan momentum,” jelasnya.
Sukri turut mendorong optimalisasi platform digital, baik website maupun media sosial, sebagai sarana memperluas jangkauan informasi dan distribusi berita kepada publik.
Di tengah kondisi industri pers yang diakuinya sedang tidak mudah, Sukri menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan MSI Group, termasuk pemenuhan hak-hak wartawan.
“Kalau mental tidak siap, pasti tumbang. Tapi kita masih bertahan. Gaji tetap berjalan dan ke depan kita jaga bersama,” tegasnya.
Menutup arahannya, Sukri meminta seluruh wartawan MSI Group tetap bersemangat, terus belajar dari nol, serta menjaga integritas dan etika jurnalistik dalam setiap karya yang dihasilkan.
