Samarinda, infosatu.co – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur (Kanwil Kemenag Kaltim), Abdul Khaliq bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji memberikan penghargaan Satyalancana kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.

Penghargaan tersebut diberikan sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dan Nomor 124/TK/2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.
Penganugerahan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas ASN dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Abdul Khaliq menyampaikan bahwa pemberian Satyalancana menjadi wujud penghormatan negara kepada aparatur yang telah menunjukkan komitmen dan integritas selama bertahun-tahun pengabdian.
“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas pengabdian panjang ASN Kementerian Agama yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” ujarnya Sabtu, 3 Januari 2026.
Dalam peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama tahun 2026 ini mengusung tema “Indonesia Rukun, Damai, Indonesia Maju” yang dinilai mencerminkan peran strategis Kemenag dalam menjaga harmoni kehidupan beragama sebagai fondasi pembangunan nasional.
Ia menegaskan bahwa usia 80 tahun merupakan fase kematangan bagi Kemenag untuk terus memperkuat perannya di tengah dinamika sosial dan keagamaan yang semakin kompleks.
“Jika kehidupan umat beragama berjalan rukun dan damai, maka Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang maju dan berkembang,” katanya.
Hari peringatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap Kemenag.
Kehadiran tersebut dinilai memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan dan meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di daerah.
Selain pemberian penghargaan, Kemenag Kaltim juga menekankan implementasi Asta Protas (Delapan Program Prioritas Kemenag Republik Indonesia), khususnya penguatan nilai cinta kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan atau ekoteologi.
Menurutnya, nilai tersebut penting dalam merespons berbagai tantangan sosial dan lingkungan saat ini, khususnya di Kaltim.
