infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Wali Kota Andi Harun Buka Fesma 2025: ‘Sungai Mahakam Adalah Nadi Kita’

Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Samarinda, infosatu.co – Di tengah derasnya arus modernisasi, ketika kota-kota besar berlomba membangun gedung tinggi dan infrastruktur megah. Samarinda memilih mengingat akar terdalamnya Sungai Mahakam.

Teks: Pembukaan Festival Mahakam ke-24 2025 di Teras Samarinda.

Di Festival Mahakam (Fesma) 2025, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, membuka acara dengan kisah reflektif yang memadukan sejarah, budaya, identitas dan harapan masa depan kota.

Festival Mahakam edisi ke-24 ini mengusung tema “Samarinda Kreasi Musik & Budaya untuk Indonesia Maju”. Acara pembukaan digelar di Teras Samarinda pada Jumat, 21 November 2025.

Namun, suasana pembukaan berubah menjadi lebih dari sekadar seremonial ia menjadi ruang perenungan kolektif tentang siapa kita dan ke mana Samarinda akan dibawa.

Andi Harun mengawali sambutannya dengan kisah yang puitis dan sarat makna.

“Beratus tahun yang lalu, seorang anak kecil berdiri di tepian Mahakam sambil bertanya pada ibunya,” tuturnya membuka cerita.

Di daerah sana sungainya kecil dan mengalir pelan. Mengapa Mahakam ini lebar, panjang, dan airnya mengalir deras? Tanya sang anak kepada ibunya

Sang ibu menjawab pelan, penuh kebijaksanaan.

“‘Kamu harus bersyukur kepada Tuhan, karena setiap tetes air Mahakam adalah mimpi orang Samarinda. Mimpi yang ingin terus bergerak maju,” kata sang ibu.

Dari sinilah alur narasi sambutan Andi Harun mengalir.

Anak kecil itu tumbuh, menyaksikan para penenun Dayak menghasilkan kain ikat yang bukan sekadar kain.

Melihat tangan-tangan yang menyusun anjat dan manik-manik bukan sebagai kerajinan, melainkan doa.

Menyaksikan orang Kutai menyiapkan adat erau, pedagang Banjar berlayar di sampan kecil untuk menjual dagangan di Mahakam.

“Semakin dewasa ia, semakin ia sadar bahwa itu bukan sekadar kerajinan atau ritual,” lanjut Andi.

“Itulah susunan doa orang Samarinda untuk terus memberi manfaat bagi kota ini,” tambahnya.

Orang nomor satu di Kota Tepian itu menegaskan bahwa Mahakam bukan hanya bentang geografis, tetapi identitas peradaban.

“Mahakam adalah sumber kehidupan. Ia nadi seni kita, nadi budaya kita. Mahakam bukan sekadar identitas Samarinda atau Kaltim, tapi identitas Nusantara,” ujarnya.

Ia kemudian menggambarkan transformasi Samarinda.

Sungai yang dulu menjadi jalur sampan, berkembang menjadi jalur logistik. Kapal besar dan ponton kini masuk membawa denyut ekonomi.

“Ibunya berkata lagi: ‘Ini tanda doa kita dikabulkan. Ekonomi tumbuh besar. Mari kita jaga Mahakam; ketika kita menjaganya, Mahakam akan menjaga kita.’”

“Anak kecil itu,” kata Andi, “adalah kita semua.”

Menurut Andi Harun, Festival Mahakam bukan hanya event tahunan. Ia adalah momentum sejarah, syukur, dan deklarasi identitas.

“Jika Mahakam adalah nadi, maka festival ini adalah denyutnya,” tegas Andi.

Ia mengingatkan bahwa Samarinda adalah kota yang dibangun dari keberagaman.

“Kita boleh berbeda budaya, agama, suku. Tetapi satu yang mengikat kita: semangat Mahakam yang terus mengalirkan persaudaraan di tengah perbedaan.”

Festival Mahakam ke-24 2025 yang berlangsung dari 21-23 November akan menghadirkan beberapa lomba, diantaranya:

1. Lomba Tari Pesisir dan Tari Pedalaman
2. Festival Band Pelajar
3. Lomba Masak
4. Lomba Mewarnai
5. Mahakam Sunset Run
6. Parade Paddleboard
7. Parade Jetski
7. Parade Seni dan Budaya
8. Festival Mancing
9. Senam Pagi & Pound Fit
10. Fesma Creative Market

Event ini merupakan kolaborasi Pemkot Samarinda bersama masyarakat melalui Disporapar Samarinda.

Di akhir sambutan, Andi Harun menekankan bahwa Samarinda tidak boleh hanya membangun infrastruktur.

“Kota ini harus membangun cerita. Cerita tentang Mahakam, tentang seni kita, budaya kita, tentang keberanian bergerak maju,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh pemuda Samarinda untuk terus berkembang dan berkreasi.

“Kita berharap Samarinda menjadi pesona bagi Kaltim. Mari kita bangun kota ini bersama. Samarinda adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Related posts

Menunggu SE Kemenaker, Disnaker Samarinda Siapkan Posko Pengaduan THR

Andika

5 Sektor Terapkan Upah di Atas UMK, Disnaker Samarinda Tegaskan THR Tak Boleh Dicicil

Andika

Proyek Terowongan, Kini Masa Pemeliharaan dan Masih Menjadi Tanggungjawab Kontraktor

Andika

You cannot copy content of this page