Samarinda, infosatu.co – Inflasi dan meningkatnya permintaan ketersediaan dana tunai di masyarakat menjadi tren setiap bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun yang diwakili oleh Asisten III Ali Fitri Noor dalam pembukaan Semarak Rupiah Ramadan dan Idul Fitri (Serambi) Tahun 2024 Bank Indonesia Kalimantan Timur, Senin (18/3/2024).
“Namun untuk seluruh masyarakat bisa tenang, sebab kebutuhan akan dana tunai ini dapat diperoleh secara mudah dan aman melalui bank–bank yang telah mendapatkan rekomendasi dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan,” jelasnya.
Pihak Pemkot Samarinda memberikan dukungan atas terlaksananya Serambi 2024 tersebut. Sebab, mampu memberikan layanan kas yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kesadaran terkait cinta, bangga, dan paham rupiah.
“Masyarakat juga harus paham sesuai dengan fungsi rupiah dalam rangka melaksanakan transaksi pembayaran, membelanjakan rupiah dan mengoptimalkan nilai rupiah,” ujarnya.
Terkait dengan jasa penukaran uang Lebaran, Pemkot Samarinda juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300/0671/011.04 tentang Larangan Pemasangan Gerai Zakat dan Penukaran Uang Lebaran.
Salah satu instruksinya adalah tidak memperkenankan aktivitas kegiatan tukar menukar (uang Lebaran), dan hanya diperkenankan menukar uang lebaran di tempat penukaran resmi (perbankan/Kantor Pos).
“Kebijakan ini merupakan sinergi antara Bank Indonesia, pihak perbankan, serta Pemerintah Kota Samarinda untuk menghindari kerugian dan peredaran uang palsu, meminimalisir tindak kejahatan, dan mendukung ketertiban di lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemkot Samarinda juga telah menetapkan cuti bersama bagi aparatur sipil negara (ASN). Maka diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan aktivitas pembayaran secara tunai maupun nontunai.
“Dalam kesempatan ini, saya juga memberikan dukungan kepada Bank Indonesia untuk kampanye “Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah” dengan maksud untuk mengajak masyarakat berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan, belanja produksi dalam negeri, serta menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui Rupiah,” pungkasnya.
