Samarinda, infosatu.co – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengajak Kerukunan Dayak Kenyah Lebuq Timai Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat ketahanan keluarga dan menjaga kelestarian adat.

Ajakan itu disampaikan Saefuddin saat membuka ibadah dan perayaan Natal 2025 serta syukuran Tahun Baru 2026 Kerukunan Dayak Kenyah Lebuq Timai Kaltim di Gereja GPdi Beth Tephilah Jl Nahkoda.
“Perayaan Natal dan Tahun Baru ini dapat menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, menguatkan iman, serta menegaskan kembali komitmen dalam membangun keluarga, komunitas, dan kota tercinta dengan semangat kasih, damai, dan penuh harapan,” ujarnya, Jumat 20 Februari 2026.
Mengangkat tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga”, Saefuddin menilai tema tersebut relevan dengan kondisi saat ini.
Di tengah tantangan ekonomi, perubahan sosial yang cepat, serta derasnya arus informasi, keluarga disebutnya sebagai tempat pertama iman, karakter, dan cinta kasih ditanamkan.
“Keluarga adalah sekolah pertama, gereja pertama, dan tempat pertama bagi anak-anak kita. Karena itu, izinkan saya mengajak kita semua untuk memaknai Natal bukan hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai gerakan nyata menghadirkan kasih Tuhan di rumah kita masing-masing,” katanya.
Ia menegaskan bahwa membangun kota tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi harus dimulai dari pembangunan manusia dan keluarga.
Keluarga yang sehat akan melahirkan generasi berkarakter dan masyarakat yang tertib serta produktif.
Saefuddin juga mengajak Kerukunan Dayak Kenyah Lebuq Timai menjadi teladan dalam tiga hal: menjaga kerukunan lintas perbedaan, memperkuat ketahanan keluarga, dan menghidupkan budaya saling menolong.
Ia turut menyinggung pembangunan IKN di Kaltim yang terus berjalan bertahap.
Menurutnya, kehadiran IKN diharapkan memberi dampak positif bagi kota-kota di sekitarnya, termasuk Samarinda sebagai daerah penyangga.
“Jangan sampai dengan perkembangan yang semakin cepat, adat-adat ini terkikis. Harapan kami, marilah kita jaga adat-istiadat kita, suku Dayak yang beragam di Kota Samarinda ini, untuk terus meningkatkan hubungan silaturahmi antar suku,” tegasnya.
Saefuddin juga menyoroti tak kalah pentingnya menjaga keaslian budaya. Ia menyebut, banyak tarian Dayak yang kini ditarikan oleh orang lain.
Sehingga perlu terus dilakukan kreasi dan pelestarian oleh masyarakat Dayak sendiri.
“Mari kita terus menjaga Samarinda sebagai kota yang damai, rukun, dan ramah bagi semua, sambil tetap merawat identitas budaya sebagai kekayaan yang mempersatukan,” pungkas Saefuddin.
