Samarinda, infosatu.co — Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji menegaskan bahwa Gerakan Pemuda (GP) Ansor memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat ketahanan pangan.
Juga menurut Seno Aji, GP Ansor mendukung transformasi pembangunan Kalimantan Timur dari ketergantungan sumber daya alam menuju penguatan sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Inaugurasi Pengurus Wilayah GP Ansor Kalimantan Timur di Aula Tower Kadrie Oening, Gedung Dispora Kaltim, Sempaja, Minggu, 25 Januari 2026.
Seno menegaskan bahwa pemuda Ansor diharapkan mampu bersinergi dengan visi pembangunan daerah, yakni Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.
Menurutnya, tema yang diusung GP Ansor Kaltim, yakni “pagar baja gerakan, pendidikan sebagai tujuan, dan ketahanan pangan”, merupakan tiga unsur penting bagi masa depan Kalimantan Timur.
Pemerintah daerah berharap Ansor dapat mengambil peran aktif dan mewarnai agenda strategis tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami mengucapkan selamat dan sukses atas inaugurasi Pengurus Wilayah GP Ansor Kalimantan Timur,” ujar Seno.
Ia menegaskan bahwa Ansor lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dan menjadi garda terdepan NU, baik dalam kegiatan keagamaan maupun dalam menjaga pertahanan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari krisis ekonomi di Eropa hingga konflik internasional, ia menilai persatuan nasional menjadi kunci utama.
Seno menyinggung arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya terkait ketahanan energi.
Ia menyebut Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah strategis karena menyumbang sekitar 60 persen produksi batu bara nasional.
Dalam konteks tersebut, ia berharap kader-kader Nahdlatul Ulama di Kalimantan Timur dapat merasakan manfaat dari potensi tambang NU yang direncanakan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Seno berharap kepengurusan baru GP Ansor Kaltim mampu mengemban amanah kader serta melahirkan program-program yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat.
Ia mencontohkan langkah konkret yang telah ditunjukkan melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mulai dari produk olahan hingga perikanan, yang dinilainya sejalan dengan harapan pimpinan pusat Ansor.
“Kalau hal kecil sudah dimulai, ke depan tinggal bagaimana pemerintah ikut memperbesar peran UMKM Ansor,” ujarnya.
Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya kader Ansor di Kaltim, termasuk keterlibatan anggota DPRD dan tokoh-tokoh daerah.
Menurutnya, dukungan pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, sah dan penting selama digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.
Pemprov Kaltim, memandang GP Ansor sebagai mitra strategis.
Hubungan erat antara pemerintah daerah, Ansor, dan Banser selama ini telah terjalin dalam berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan, dan diharapkan semakin intens ke depan.
Ia menekankan bahwa Kaltim saat ini tengah bertransformasi dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju penguatan sumber daya manusia.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi kader Ansor dan Banser.
Program nasional seperti makan siang bergizi gratis dinilai membuka ruang besar bagi pengembangan peternakan, perikanan, dan usaha pangan yang hasilnya dapat diserap negara.
Seno juga mengungkapkan bahwa GP Ansor Kalimantan Timur memiliki aset lahan sekitar 4.000 hektare yang tersebar di berbagai daerah.
Jika dikelola secara optimal, lahan tersebut dinilai mampu menopang ketahanan pangan daerah melalui pertanian, perkebunan, dan peternakan.
“Kami dari eksekutif dan legislatif siap membantu agar lahan tersebut berfungsi dengan baik dan menghasilkan nilai ekonomi serta manfaat bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi kolaborasi GP Ansor dengan unsur kepemudaan lain, termasuk Pramuka, yang dinilainya sebagai langkah positif dalam membangun kerja sama lintas organisasi.
Menjelang akhir Januari, Seno juga menyinggung padatnya agenda NU, mulai dari kegiatan Ansor, Pergunu, hingga peringatan Hari Lahir NU di Ibu Kota Nusantara.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak boleh dimaknai sebatas seremoni. Pelantikan dan inaugurasi harus menjadi titik awal kerja nyata pengurus GP Ansor periode 2024–2028 untuk menghadirkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.
Seno mengajak seluruh kader GP Ansor Kaltim untuk terus menjaga semangat kebangsaan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Terus jaga semangat kebangsaan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya.
