Samarinda, infosatu.co – Selama tiga bulan terakhir, 17 anggota tim Perumahan Sambutan Asri (PSA) X Miftahul Jannah rutin berlatih demi tampil maksimal di lomba beduk sahur tahun 2026 ini.

Lomba beduk sahur ini mengusung tema Madinah lengkap dengan gambaran Masjidil Haram dan Ka’bah di Mekah, Arah Saudi.
Perwakilan tim, Apri, menyebutkan bahwa PSA X Miftahul Jannah sudah cukup lama terlibat dalam kompetisi beduk sahur di Samarinda.
“Sudah tiga tahun lebih kami ini ,” ujarnya saat ditemui di sela-sela latihan, Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam perjalanannya, tim ini tidak sedikit mengoleksi gelar juara. Meski begitu, Apri mengaku perjalanan mereka tidak selalu mulus.
“Kalau juara sih alhamdulillah banyak aja. Banyak juga kena prank kami ini sebenarnya, cuma alhamdulillah ada aja juara kami,” katanya.
Apri menyebut, tim nya sudah memperoleh sekitar tujuh gelar yang pernah diraih. “Pernah juara 1, juara 2, juara 3. Alhamdulillah sekitar 7 gelar,” ungkapnya.
Untuk tahun 2026 ini, pembukaan lomba dijadwalkan pada 28 Februari di Samarinda Seberang. Persiapan pun telah dimulai jauh hari, yakni sekitar tiga bulan sebelumnya.
Jumlah anggota tim sekitar 17 orang. Soal pembagian peran, mereka melakukannya secara fleksibel. “Kalau pembagian alatnya itu sesuai hati mereka aja sih sambil diajari juga,” jelasnya.
Menurutnya, kebersamaan dan rasa nyaman menjadi kunci dalam membangun kekompakan sebuah tim.
Tahun ini, PSA X Miftahul Jannah mengusung konsep yang berbeda dari sebelumnya.
“Konsep tahun ini yang kami bawakan adalah Madinah, insyaallah. Madinah, full dengan Mekkahnya, Masjidil Haram, Ka’bahnya, lengkap,” terangnya.
Jika tahun lalu mereka menampilkan ornamen gajah yang besar, kali ini nuansa Madinah akan mendominasi dekorasi.
Selain konsep visual, tim juga menyiapkan inovasi dalam aransemen.
“Kami juga ada banyak improvisasi aransemen. Insyaallah lebih mantap kali ini,” tegasnya.
Di balik persiapan panjang tersebut, terdapat tantangan yang harus dihadapi tim, terutama soal waktu.
Apri menjelaskan bahwa sebagian anggota harus membagi waktu antara bekerja dan latihan sehingga cukup sulit mengatur jadwal.
Menurutnya, dalam kondisi seperti itu, salah satu harus ada yang dikorbankan agar keduanya tetap bisa berjalan.
Meski demikian, dukungan dari lingkungan sekitar menjadi penyemangat tersendiri.
“Untuk tahun ini alhamdulillah ada aja dari masyarakat sekitar untuk nyokong bantu kami” ujarnya.
Bagi PSA X Miftahul Jannah, beduk sahur bukan sekadar hobi, tetapi juga memiliki makna kebersamaan dan menjaga tradisi.
“Buat kami, beduk sahur ini bukan cuma hobi, tapi juga tempat kami kumpul, jaga kekompakan, sama-sama meramaikan Ramadan. Selama masih diberi umur, insyaallah kami main terus dan terus jaga tradisi ini,” ungkap Apri.
Saat disinggung mengenai target tahun 2026 ini, ia menjawab dengan lugas dan penuh keyakinan bahwa timnya ingin terus meraih juara.
Apri juga berharap akan ada generasi penerus yang melanjutkan perjuangan mereka, seraya menyampaikan keinginan agar setelah mereka nanti tetap ada yang meneruskan tradisi tersebut.
Ke depan, tim ini menaruh harapan besar agar pelaksanaan lomba beduk sahur terus berkembang dan semakin semarak.
“Kami berharap ke depannya acaranya bisa lebih megah, lebih ramai pesertanya, dan jenis lombanya juga semakin banyak,” pungkasnya.
