infosatu.co
Samarinda

Tingkatkan Kapasitas SDM Desa, Zaldi Institusi Indonesia Latih Perangkat Desa dan BPD Paser

Teks: Suasana Bimtek penyusunan RAB dan peningkatan kapasitas BPD diikuti 109 peserta.

Samarinda, infosatu.co – Sebanyak 109 peserta dari Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) resmi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek).

Bimtek ini difasilitasi Zaldi Institusi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai Kamis-Senin 4–8 Desember 2025 di Swiss-Belhotel Samarinda.

Dalam Bimtek ini meliputi dua program pelatihan sekaligus: Bimtek Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa (RAB dan Pengadaan Barang/Jasa) untuk perangkat desa, serta Bimtek Peningkatan Kapasitas BPD.

Pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kolaborasi antara Zaldi Institusi Indonesia, BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) Kecamatan Long Kali, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Long Kali, serta dukungan penuh Camat Long Kali, M. Arfah.

Camat Long Kali M. Arfah menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Bimtek ini sebagai ruang penguatan kapasitas aparatur desa.

“Melalui Bimtek ini diharapkan kompetensi perangkat desa maupun kapasitas BPD mengalami peningkatan dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” ujar Arfah, Kamis, 4 Desember 2025.

Untuk kelas aparatur desa, peserta mendapatkan materi teknis yang disusun secara bertahap, mulai dari pembuatan desain konstruksi jalan dan jembatan sederhana.

Juga perhitungan RAB bangunan dan infrastruktur desa, hingga mekanisme pengadaan barang dan jasa sesuai regulasi terbaru.

Materi disampaikan oleh Ikhwanuddin, ST, tenaga ahli teknik sipil pendamping desa Kutai Kartanegara, didampingi fasilitator Muhammad Mizzamy Anshary, ST.

Ikhwanuddin menilai masih diperlukan pendalaman lanjutan agar kemampuan teknis desa semakin kuat.

“Pemahaman peserta tentang konsep RAB masih perlu ditingkatkan. Ke depan, waktu pelatihan sebaiknya diperpanjang dan peserta membawa laptop agar latihan lebih optimal,” jelasnya.

Pada sesi ketiga, materi pengadaan barang/jasa desa dipandu oleh Andi Muhammad Arpan, ST., M.M, Widyaiswara Ahli Madya BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) Kaltim.

Ia menggarisbawahi perlunya pembaruan regulasi Peraturan Bupati Paser Nomor 48 Tahun 2020, karena sudah berjalan lima tahun tanpa penyesuaian.

“Perbup perlu diperbaharui agar tidak membebani perangkat dalam pengelolaan administrasi pengadaan. Banyak hal baru yang perlu diakomodasi,” tegas Arpan.

Sementara pelatihan untuk BPD dipandu oleh Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim dengan pengalaman panjang dalam pembinaan pemerintahan desa.

Jauhar menekankan pentingnya memahami tupoksi BPD sebagai lembaga yang mengawasi dan menampung aspirasi masyarakat desa.

Ia juga menyarankan agar pelatihan selanjutnya memungkinkan BPD membawa laptop demi meningkatkan praktik penyusunan regulasi desa.

Zaldi Institusi Indonesia Siap Fasilitasi Pelatihan Lanjutan

Pimpinan Zaldi Institusi Indonesia, Muhammad Rizal, menyambut baik masukan dari para narasumber, termasuk terkait durasi pelatihan serta dukungan perangkat pembelajaran.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Zaldi untuk memfasilitasi pelatihan ini. Usulan waktu diperpanjang dan seluruh peserta membawa laptop akan kami pertimbangkan untuk pelatihan berikutnya,” tutur Rizal.

Ketua BKAD Kecamatan Long Kali, Sahman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan dan berharap program peningkatan kapasitas dapat rutin dilaksanakan setiap tahun.

Hal senada disampaikan Ketum APDESI Long Kali, Kris Setio Adi, yang menilai pelatihan ini mendukung visi Pemerintah Kabupaten Paser “PASER TUNTAS” (Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, Sejahtera).

“Kegiatan seperti ini harus berlanjut agar pengelolaan desa semakin profesional. Hari esok harus lebih baik dari hari ini,” ujar Kris.

Mendampingi peserta, Pendamping Desa Kecamatan Long Kali Qomariyah berharap seluruh materi dapat diterapkan langsung di desa masing-masing, terutama pada tahap perencanaan pembangunan.

Related posts

Pelindo Perkuat Pengawasan di Sungai Mahakam, Pemanduan 24 Jam

Dhita Apriliani

Rumah Warga Rusak Disenggol Ponton Batu Bara

Firda

Mallisa Leslye Agustin: Komunikasi Lingkungan Aspek Penting Bangun Kesadaran dan Aksi Masyarakat

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page