Samarinda, infosatu.co — Slime Lab resmi membuka gerai terbarunya di Bigmall Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak 29 November 2025.
Hingga saat ini, usia operasionalnya belum genap satu bulan, namun antusiasme pengunjung, khususnya anak-anak dan orang tua, sudah mulai terlihat.

Leader Slime Lab Bigmall Samarinda, Farraz, menjelaskan bahwa kehadiran Slime Lab tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif, terutama dalam melatih motorik anak-anak.
Di Slime Lab Bigmall Samarinda, tersedia dua konsep layanan, yaitu area DIY dan retail. Untuk area DIY, pengunjung dapat bermain sekaligus merakit slime langsung di tempat.
Anak-anak diajak membuat slime dari awal, mulai dari bahan berbentuk lem hingga menjadi slime siap dimainkan.
“Kalau di DIY itu khusus untuk main di sini. Mereka merakit dari awal, dari masih berbentuk lem. Bisa pilih warna, pewangi, dapat glitter juga, dan nanti kita bimbing,” jelas Farraz.
Sementara itu, layanan retail menyediakan slime yang sudah jadi dan bisa langsung dibawa pulang. Slime retail tersedia dalam dua tekstur, yaitu glossy dan butter.
Dari sisi harga, Slime Lab menawarkan beberapa pilihan. Untuk pengalaman merakit slime di area DIY, harga dibanderol Rp199.000 per tekstur, dengan pilihan butter, cloud, glossy, dan sand. Sedangkan slime retail dijual seharga Rp49.000 per produk.
Lebih lanjut, menurut Farraz, respons pengunjung sejauh ini tergolong positif. Banyak orang tua merasa terbantu karena aktivitas ini dapat mengajarkan anak agar tidak takut kotor serta berani memegang tekstur baru.
“Mereka antusias banget, soalnya bisa ngajarin anak-anaknya untuk tidak takut jijik. Dari pakai air activator sampai slime benar-benar jadi, itu mereka harus belajar megang,” terangnya.
Terkait keamanan, Farraz memastikan bahan slime aman digunakan anak-anak, dengan catatan tidak mengenai rambut dan pakaian.
Jika slime menempel di rambut, pembersihan dilakukan menggunakan minuman bersoda, sementara noda di pakaian dapat diatasi dengan merendamnya dalam air panas.
Slime yang dibawa pulang juga dipastikan sudah dalam kondisi optimal.
“Kalau terlalu cair bisa kita perbaiki, kalau terlalu keras bisa kita lembutkan. Jadi yang dibawa pulang benar-benar siap dimainkan,” tambahnya.
Mengenai jumlah pengunjung, Farraz menyebutkan bahwa peningkatan mulai terasa dalam rentang satu minggu operasional, meskipun pada momen tertentu seperti libur Natal, kunjungan belum terlalu ramai karena masyarakat masih memiliki kesibukan lain.
Selain itu, Slime Lab sendiri tidak membatasi usia pengunjung. Meski lebih diminati anak-anak, orang dewasa tetap diperbolehkan untuk ikut bermain.
Selain itu, tidak ada batasan waktu bagi pengunjung yang ingin merakit slime di area bermain.
“Tidak ada batas usia dan waktu. Kita sepuasnya,” pungkasnya di Store Slime Lab, Kamis 25 Desember 2025.
Dengan konsep edukatif dan interaktif, Slime Lab Bigmall Samarinda diharapkan dapat menjadi alternatif wahana bermain sekaligus belajar bagi anak-anak di Kota Samarinda.
