Samarinda, infosatu.co – Upaya pemulihan pascakebakaran di SMP Negeri 2 Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) dipacu cepat. Aktivitas belajar juga dikejar agar pulih seperti semula.
Memasuki hari kedua pembersihan, seluruh kekuatan lintas instansi dikerahkan dengan target pekerjaan rampung demi mempercepat kembalinya aktivitas belajar mengajar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Suwarso, menegaskan pembersihan dilakukan secara maksimal sesuai arahan wali kota.
“Ini pekerjaan hari kedua untuk pembersihan sisa kebakaran di SMP 2. Kita upayakan hari ini selesai sesore-sorenya,” ujarnya, Minggu, 5 April 2026.
Ia menjelaskan, operasi pembersihan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), kecamatan, kelurahan, hingga pihak sekolah.
Sejumlah alat berat dan pendukung turut diturunkan untuk mempercepat proses.
“Perintah Pak Wali segera dibersihkan karena akan segera dibangun kembali supaya aktivitas belajar mengajar bisa segera dilaksanakan,” katanya.
Sedikitnya 15 unit dump truck, dua unit mobil damkar, sekitar 10 senso, serta ekskavator dikerahkan untuk menangani puing dan kerangka bangunan yang sulit dibongkar secara manual.
Proses ini juga dilengkapi dengan peralatan keselamatan mengingat risiko kerja yang cukup tinggi.
Kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri. Area yang sempit, material kayu berukuran besar, serta lokasi pekerjaan di lantai dua membuat proses pembersihan harus dilakukan ekstra hati-hati.
Puing-puing seperti genteng yang jatuh di dalam empat ruang kelas juga memperlambat penanganan.
“Ada kendala karena ruangnya agak sempit, kemudian kayunya besar-besar, dan kita bekerja di lantai dua. Jadi perlu ekstra hati-hati supaya tidak ada korban,” jelas Suwarso.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun belum dapat dipastikan.
“Diduga korsleting listrik, tapi masih menunggu hasil dari Kepolisian Resor (Polres),” ungkapnya.
Usai pembersihan, pembangunan kembali gedung sekolah belum bisa langsung dimulai.
Pemerintah masih harus melalui proses penyesuaian anggaran karena kejadian tersebut tidak masuk dalam perencanaan sebelumnya.
“Masih proses, karena nanti ada pergeseran anggaran. Ini kan kejadian yang tidak direncanakan, jadi perlu proses supaya bangunan bisa segera dikerjakan,” tutupnya.
