infosatu.co
POLITIK

Rumitnya Mengurus IMB di Pemkot Balikpapan, Budiono Bereaksi

Penulis : Lilik Sismiati – Editor : Sukrie

Balikpapan,infosatu.co. Rumitnya warga mengurus izin mendirikan bangunan(IMB) di Pemkot Balikpapan, mendapat reaksi anggota Komisi II DPRD Balikpapan Budiono

Ditegaskan Budiono kepada infosatu.co, Kamis,(20/6/2019), Dia mengatakan bahwa rumitnya warga mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) di Pemkot Balikpapan semestinya tidak terjadi kalau birokrasi bisa di pangkas, berbagai persyaratan ini yang membuat kesulitan masyarakat untuk mendapatkan IMB

“Seharusnya mengurus IMB, rumah tempat tinggal bisa dipermudah misalnya warga hanya melampirkqn denah sesuai gambar yang ada tanpa harus melampirkan gambar teknis,”kata Budiono.

Penyederhanaan syarat itu ada pada gambar bangunan itu cukup membantu warga dan tidak harus menyiapkan gambar teknis karena kalau ini tetap diberlakukan maka akan memberatkan warga Balikpapan yang ingin mendirikan bangunan

“Pemberlakuan syarat tersebut, tentu akan menyebabkan banyak warga enggan mengurus IMB. Perhatkan saja disekitar kita, masih banyak yang belum memiliki IMB, ” kata Politikus PDIP

Lanjut kata Budiono, nantinya akan memanggil Dinas terkait, agar keluhan masyarakat selama ini bisa di atasi dan Pemkot Balikpapan harus menghilangkan syarat lampiran gambar teknis

“Penerapan retribusi IMB belum maksimal.Hanya terbatas pada rumah atau bangunan dipinggir jalan utama sedangkan yang ada posisinya di dalam gang atau masuk dalam pinggiran ada yang tidak di tarik retribusi karena mereka tidak ber IMB, bebernya

Pemerintah Kota Balikpapan memasang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi IMB mencapai Rp.19.991.500. Namun sampai Mei lalu target hanya mencapai 27.5 persen atau Rp 5.502.440.539. Jumlah tersebut masih dibawah target .” tutup Budiono.

Related posts

6 Tahun Berjalan, Tarawih di Sekretariat Golkar Kaltim Perkuat Spiritualitas dan Kaderisasi

Firda

Kaesang Yakini PSI akan Jadi Partai Besar, Seluruh Kader Harus Konsisten

Dewi

MK Akhiri Pemilu 5 Kotak Suara, Partai Memilih Menunggu Regulasi Turunan

Firda

You cannot copy content of this page