Samarinda, Infosatu.co – Rencana penutupan akses kendaraan berat melalui Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) menuai keluhan dari sopir truk.
Mereka menilai pemasangan portal pembatas akan berdampak langsung pada jarak tempuh dan biaya operasional akibat pengalihan arus lalu lintas.
Nasrum, seorang sopir truk mengaku keberatan jika akses Jembatan Mahulu ditutup total bagi kendaraan berat.
Menurutnya, jembatan tersebut selama ini menjadi jalur utama truk setelah pembatasan di Jembatan Mahakam dan titik portal lainnya.
“Kalau dari kami sopir ya keberatan, soalnya kalau dialihkan mutarnya terlalu jauh. Otomatis biaya operasional juga jadi lebih besar,” ujarnya, Selasa malam, 27 Januari 2026.
Ia mengatakan jika truk diarahkan melalui jalur Tenggarong, waktu tempuh akan jauh lebih lama dibandingkan saat melintasi Jembatan Mahulu.
Biasanya, perjalanan dari pelabuhan menuju kawasan pergudangan memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Namun jika melalui Tenggarong, waktu tempuh disebut bisa lebih panjang.
Selain jarak, Nasrum juga menyoroti kondisi jalan alternatif yang dinilai kurang ideal bagi truk bermuatan berat.
Ia menyebutkan jalur menuju Tenggarong memiliki tanjakan dan kondisi jalan yang cukup terjal, sementara muatan truk bisa mencapai 25 ton atau lebih.
“Arah ke Tenggarong itu tanjakan dan jalannya berat. Dari kami sopir tentu ada keresahan,” katanya.
Rencana penutupan portal dilakukan demi keselamatan pasca insiden tabrakan tongkang ke pilar jembatan pada pekan sebelumnya.
Nasrum mengaku tidak memahami secara teknis kondisi jembatan. Namun ia menilai, jika jembatan ditutup total berarti kondisinya dianggap fatal.
“Kalau ditutup berarti fatal. Kalau buka-tutup berarti masih layak,” ucapnya.
Nasrum berharap ada solusi yang tidak memberatkan sopir.
Seperti pengaturan buka-tutup atau pengalihan sementara ke Jembatan Mahakam I seperti yang pernah diterapkan sebelumnya.
Menurutnya, keberlangsungan akses ini sangat penting bagi para sopir truk borongan.
“Kalau tidak jalan, kami tidak dapat uang. Ini sangat berpengaruh ke penghasilan kami,” tegasnya.
Nasrum yang berprofesi sebagai sopir selama lebih dari 30 tahun mengaku telah melintasi Jembatan Mahulu sejak pertama kali jembatan tersebut dibuka.
Sebelumnya, pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengungkapkan bahwa pemasangan portal di Jembatan Mahulu akan diselesaikan sebelum pukul 12.00 WIB Selama malam 27 Januari 2026.
