Samarinda, infosatu.co – Kuota calon jemaah haji asal Samarinda tahun ini melonjak hampir dua kali lipat menjadi 1.025 orang, dibanding rata-rata tahun sebelumnya yang hanya sekitar 550 jemaah.
Lonjakan ini menjadikan tahun ini sebagai salah satu musim haji dengan jumlah keberangkatan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menguji kesiapan teknis pemerintah daerah.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Samarinda, Jurait, memastikan kesiapan pemberangkatan telah mencapai hampir 100 persen.
“Inshaallah siap semua, karena dari tingkat kecamatan pun manasik haji sudah dilaksanakan,” ujarnya usai rapat koordinasi di Kantor BPKAD Samarinda, Rabu, 1 April 2026.
Sebanyak 1.025 jemaah tersebut akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang (kloter).
Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 26 April dengan jumlah 356 jemaah, sekaligus menjadi penanda dimulainya puncak arus keberangkatan dari Samarinda
Selanjutnya, kloter kedua akan berangkat pada 1 Mei dengan 356 jemaah. Kloter ketiga dijadwalkan pada 6 Mei dengan 80 jemaah, kloter keempat pada 18 Mei dengan 190 jemaah, dan kloter kelima pada 20 Mei dengan 34 jemaah.
“Kloter pertama titik keberangkatannya dari GOR Segiri, namun khusus kloter kelima, lokasi pemberangkatannya berbeda karena akan dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda,” ucapnya.
Namun di balik klaim kesiapan yang hampir rampung, masih ada sejumlah aspek teknis yang terus dimatangkan.
“Terkait transportasi bus, skema pemberangkatan, hingga layanan pendukung di lapangan. Itu yang akan terus kami matangkan,” katanya.
Pemerintah memastikan seluruh administrasi jemaah telah tuntas, meski detail operasional masih terus disisir untuk menghindari kendala saat hari H.
Komposisi jemaah juga menjadi perhatian. Tahun ini, jemaah tertua tercatat berusia 88 tahun, yang menuntut kesiapan ekstra dalam aspek pelayanan, khususnya kesehatan dan mobilitas selama proses perjalanan.
Tak hanya pemberangkatan, skema pemulangan juga dibahas dalam rapat koordinasi.
Pemerintah juga memastikan pola pemulangan akan mengikuti sistem kloter yang sama dengan keberangkatan, hanya saja lokasinya berada di Masjid islamic center Samarinda.
Meski volume jemaah meningkat tajam, pemerintah daerah menilai belum ada potensi kendala signifikan yang dapat mengganggu proses pemberangkatan.
“Kendala nggak ada sih, semoga aman saja. Kita harapkan semua berjalan lancar,” pungkasnya.
