infosatu.co
DPRD KALTIM

Proyek Ring Road Samarinda Tertunda, Subandi: Dilanjutkan 2026

Teks: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi.

Samarinda, infosatu.co – Pembangunan jalur ring road yang menjadi urat nadi konektivitas Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) termasuk akses menuju Bandara APT Pranoto, dipastikan tertunda hingga tahun 2026.

Penundaan ini bukan karena hambatan teknis, melainkan disebabkan penyesuaian prioritas anggaran daerah.

“Lahan sudah dibebaskan semua, dari ring road 1 sampai APT Pranoto. Yang tersisa sedikit saja, dari Mahulu ke ring road 1,” ujar Subandi, Anggota Komisi III DPRD Kaltim, saat dikonfirmasi, Senin 14 Juli 2025.

Menurutnya, proyek ring road semula sudah memiliki dukungan dana cukup besar untuk dilanjutkan.

Namun, pemerintah memutuskan membatalkan pengerjaan tahun ini demi efisiensi dan pengalihan anggaran ke program prioritas lain.

“Karena efisiensi, ada program prioritas lain. Tahun ini akhirnya di-cancel. Tapi kami perjuangkan agar bisa dilanjutkan di 2026,” tegas Subandi.

Ia menegaskan, pembangunan ring road memiliki peran vital bagi kelancaran transportasi kota, terutama dalam menunjang mobilitas menuju bandara.

Samarinda sebagai ibu kota provinsi, menurut Subandi, seharusnya memiliki sistem transportasi yang memadai dan terintegrasi.

“Jangan sampai akses ke bandara terhambat karena proyek ini tertunda. Harapan kita, pemerintah daerah bisa menambah alokasi anggaran di tahun depan,” ujarnya.

Subandi menambahkan bahwa ring road bukan hanya soal konektivitas biasa, melainkan fondasi infrastruktur strategis untuk mendukung perkembangan wilayah, memperlancar arus logistik, dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Ia mendorong agar proyek ini tidak lagi ditunda tahun depan dan menjadi salah satu fokus utama dalam penyusunan APBD murni 2026.

Menurutnya, komitmen politik dan kebijakan anggaran yang berpihak pada pembangunan jangka panjang perlu diperkuat oleh semua pihak.

“Ring road ini penting untuk pertumbuhan jangka panjang, khususnya karena Samarinda adalah pintu gerbang ke pusat pertumbuhan baru Kaltim,” pungkasnya.

Related posts

Jahidin: Wartawan Bagian Tak Terpisahkan dari Tugas DPRD Awasi Aset Daerah

adinda

Jahidin: Bongkar Bangunan Liar di Aset Daerah, Nilai Kelalaian Sudah Puluhan Tahun

adinda

Fadly Imawan Minta Pemerintah Beri Afirmasi Pendidikan di Wilayah Tertinggal

adinda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page