Samarinda, infosatu.co β Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Teras Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Ilhamsyah memaparkan kendala dan perkembangan teknis dalam pembangunan Teras Samarinda yang saat ini masih berlangsung.
Ia menjelaskan bahwa proses pemasangan struktur mengikuti kondisi sungai serta dinamika pasang surut air. Menurutnya itulah yang menjadi kendala.
βKendalanya pada saat memasang unit, karena pasang surut. Kadang kalau pasang, air naik. Tidak bisa kita pasang karena harus cor lantai dulu. Jadi menunggu kering, itulah hambatannya,β jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa pola pengerjaan telah disiapkan dalam dua opsi, yakni menyesuaikan dengan kondisi alam atau melakukan modifikasi teknis pada titik tertentu agar pekerjaan tidak terhambat.
Lebih lanjut, terkait target penyelesaian teras Samarinda, Ilhamsyah menyebutkan bahwa pekerjaan diharapkan dapat rampung di 31 Desember.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap bergantung pada kondisi lapangan.
βInsya Allah, kita hanya bisa berharap,β terangnya.
Mengenai anggaran, Ilhamsyah memastikan bahwa tetap, meski terdapat sedikit tambahan pada segmen satu.
Penambahan ini dilakukan karena adanya kendala saat proses pemancangan di area jembatan.
βKemarin saat memancang ada kendala, sehingga kita menggunakan metode pre-boring. Mungkin tahun depan ada lagi untuk penyempurnaan,β jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa beberapa elemen seperti WPC dan lighting belum dapat diselesaikan pada tahun ini.
Penyempurnaan tersebut direncanakan masuk kembali dalam anggaran tahun berikutnya.
βMungkin tahun depan, insya Allah, di Rp 11 miliar,β ungkapnya.
Eleman-elemen tersebut dinilai penting untuk memperkuat estetika kawasan, terutama karena Teras Samarinda dirancang sebagai ruang publik yang juga berfungsi sebagai daya tarik wisata tepian sungai.
Secara keseluruhan, Ilhamsyah menekankan komitmennya untuk menuntaskan proyek Teras Mahakam secara bertahap.
Kendala teknis yang muncul sepanjang proses disebut masih dapat diatasi, dan penyempurnaan di tahun berikutnya diharapkan membuat kawasan ini lebih representatif sebagai ikon tepian sungai di Kota Samarinda.
