Samarinda, Infosatu.co — Di antara deretan tempat nongkrong malam di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), ada Jay Burger yang terletak di Jalan RE Martadinata Teluk Lerong.
Jay Burger menjadi salah satu titik yang baru baru ini tak pernah sepi.

Aroma makanan yang menggoda dan suara obrolan pengunjung yang bercampur tawa seakan menjadi ciri khasnya.
Di tengah keramaian itu, Meya Apriliani menjadi salah satu pelanggan setia yang kerap kembali.
Bagi Meya, alasan memilih Jay Burger karena naunsa sederhana serta Menu yang disajikan menurutnya tidak hanya lezat, tetapi juga mengenyangkan.
Porsi yang besar membuatnya merasa puas setiap kali berkunjung, hingga tak jarang ia kembali memesan di lain waktu.
“Aku suka sama makanannya, porsinya besar, makanya repeat order terus,” ujarnya Senin 9 Februari 2026.
Soal harga, Meya menilai apa yang dibayarkan sebanding dengan apa yang diterima.
Di tengah harga kuliner yang terus merangkak naik, Jay Burger justru memberi pengalaman makan yang menurutnya masih ramah di kantong.
“Kalau dari kualitas sama harga, menurutku sangat sesuai, karena porsinya memang besar,” katanya.
Namun, di balik kepuasan rasa dan porsi, ada satu catatan yang tak luput dari perhatiannya yakni kenyamanan tempat.
Ramainya pengunjung kerap membuat area duduk terasa sempit. Pada jam-jam tertentu, pengunjung bahkan harus berbagi kursi atau menunggu giliran untuk duduk.
“Sebenarnya kurang nyaman karena sering berdesakan, bahkan sampai war kursi,” tutur Meya.
Meski demikian, ia tidak serta-merta mengeluh. Baginya, kondisi tersebut justru menjadi tanda bahwa Jay Burger digemari banyak orang.
Ia hanya berharap ke depan pengelola bisa memperluas area agar suasana nongkrong menjadi lebih nyaman.
Di balik ramainya Jay Burger, Meya juga melihat harapan besar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner di Samarinda.
Keberanian menghadirkan menu berkualitas dengan ciri khas tersendiri dinilainya sebagai modal penting untuk bersaing.
Harapan itu ia titipkan jika suatu hari Jay Burger membuka cabang baru.
Satu pesan sederhana namun bermakna jangan mengubah identitas yang sudah dicintai pelanggan.
“Kalau buka cabang, semoga porsinya tetap segitu,” ucapnya.
Di kota yang terus bertumbuh, kisah kecil dari sudut angkringan ini menjadi gambaran bagaimana rasa dan porsi.
Juga keberanian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mampu menciptakan ruang berkumpul yang selalu dirindukan.
