Samarinda, infosatu.co — Selain memastikan keamanan ibadah Natal, Polresta Samarinda Polda Kalimantan Timur (Kaltim), juga menyiapkan langkah antisipasi pengamanan menghadapi perayaan Tahun Baru serta pencegahan potensi gangguan keamanan, termasuk radikalisme dan terorisme.
Kepala Polresta Samarinda Kombes Pol. Hendri Umar mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah pengawasan dan pencegahan untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali.
“Kami sudah melakukan treatment berupa kegiatan pengawasan dan pencegahan agar isu-isu radikalisme tidak berkembang menjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya di Pos Terpadu Nataru depan Rumah Lamin komplek Kantor Gubernur, Rabu 24 Desember 2025.
Hendri menegaskan, hingga saat ini kondisi keamanan di Kota Samarinda masih dalam keadaan aman dan kondusif.
Ia memastikan tidak ada indikasi gangguan keamanan selama pelaksanaan ibadah Natal.
Terkait persiapan pergantian Tahun Baru, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Wali Kota Samarinda.
Pusat keramaian akan difokuskan di kawasan Tepian Mahakam, Teras Samarinda, dengan pelaksanaan berbagai kegiatan masyarakat.
Untuk mengantisipasi kemacetan, akan diterapkan kebijakan “car free night” sehingga diharapkan tidak terjadi penumpukan maupun kemacetan kendaraan.
Masyarakat diimbau untuk datang dengan berjalan kaki atau menggunakan akses terdekat, khususnya di sekitar Jalan Slamet Riyadi.
Selain itu, sejumlah titik lain juga menjadi fokus pengamanan, seperti Jembatan Mahakam II, Jalan Lambung Mangkurat, Citra Niaga, serta titik-titik keramaian lainnya.
Di lokasi tersebut akan dilakukan penebalan kekuatan pengamanan yang melibatkan unsur TNI, Basarnas, Satpol PP, SENKOM, dan instansi terkait lainnya.
“Kami berharap, dan mohon doa dari seluruh masyarakat Kota Samarinda, agar momen pergantian tahun ini dapat dilaksanakan dengan cara yang baik serta diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” tegas Hendri.
Hal ini sejalan dengan arahan pimpinan, mengingat bangsa Indonesia masih berada dalam suasana duka akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Sebagai wujud toleransi dan kebersamaan, kami mengimbau agar perayaan Tahun Baru tidak dilakukan dengan euforia berlebihan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat selama sepekan ke depan agar perayaan pergantian tahun 2025 ke tahun 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh kepedulian sosial.
