Samarinda, infosatu.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya memperkuat layanan HIV sekaligus menghapus stigma yang masih membayangi Orang dengan HIV (ODHIV).

Pada kegiatan peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi momentum memperluas kampanye pencegahan dan pengobatan di seluruh daerah.
Mewakili Gubernur Kaltim, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin menyampaikan bahwa upaya penanggulangan tidak boleh berhenti karena kasus HIV masih ditemukan di berbagai wilayah.
“Pesan dari Bapak Gubernur jelas, bahwa mereka masih ada dan membutuhkan dukungan kita, termasuk menghilangkan stigma,” ujarnya pada Sabtu, 6 Desemver 2025.
Jaya menekankan bahwa seluruh ODHIV harus mendapatkan pengobatan tanpa hambatan, terlebih obat-obatan termasuk antiretroviral (ARV) disediakan gratis oleh pemprov.
Layanan kesehatan untuk ODHIV juga telah tersebar di lebih dari 158 puskesmas yang berfungsi sebagai tempat pendampingan dan pengobatan Pasien dalam Pengawasan (PDP) HIV.
“Obat-obatannya gratis. Cukup datang ke puskesmas dan semua pasien mendapatkan pendampingan pengobatannya,” katanya.
Pemprov Kaltim telah menetapkan tiga prioritas utama dalam pengendalian HIV, yakni memastikan semua orang dengan hasil positif segera diobati, menghapus stigma negatif, dan mencegah infeksi baru.
Sepanjang tahun 2025 tercatat 1.018 kasus HIV/AIDS ditemukan, sebagian besar merupakan kasus lama yang baru teridentifikasi dan bukan kasus baru.
“Perlu dibedakan antara kasus baru dengan kasus yang baru ditemukan. Semuanya sudah kita tangani,” ucapnya.
Pemeriksaan HIV kini diperluas pada ibu hamil, calon pengantin, hingga masyarakat umum.
Langkah ini dilakukan karena pasien yang rutin minum ARV akan memiliki virus yang tidak aktif sehingga tidak menularkan penyakit tersebut.
“Kuncinya temukan dan obati,” tambahnya.
Pemprov juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam deteksi dini untuk mencapai target ending AIDS 2030.
Dengan edukasi, akses obat, dan skrining luas, penularan baru diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
