Probolinggo, infosatu.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Hal ini ditunjukkan melalui pelaksanaan “Probolinggo Happy Walk SAE 2026” yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2026.
Kegiatan yang mengambil start dan finish di Alun-alun Kota Kraksaan ini mengusung tema “Jalan Kaki Sehat, Lingkungan Hebat”.
Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, organisasi profesi hingga masyarakat umum dan penyandang disabilitas.
Tidak sekadar berjalan santai, para peserta juga diajak memungut sampah di sepanjang rute sebagai simbol kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Hadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Ketua TP PKK Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM., Kapolres AKBP M. Wahyudin Latif, Kepala Kejaksaan Negeri Mohammad Anggidigdo, perwakilan Pengadilan Negeri Kraksaan, Wakil Ketua DPRD M. Zubadi beserta anggota.
Hadir pula Plh Sekretaris Daerah (Sekda) M. Sjaiful Efendi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi serta majelis sholawat yang menambah semarak kegiatan tersebut.
Sebelum peserta dilepas, Bupati Haris bersama Forkopimda menyerahkan sejumlah bantuan sarana pengelolaan sampah.
Bantuan tersebut berupa satu unit kendaraan roda tiga dan 20 tempat sampah untuk Desa Alassapi, satu unit kendaraan roda tiga untuk Desa Randuputih.
Juga bantuan tempat sampah untuk Majelis Ta’lim wal Maulid Roudhotul Ulum (TaMRU) Genggong, SPPG Jorongan dan komunitas Pegiat Lingkungan Alam Hijau.
Usai pelepasan, peserta bergerak menyusuri rute ke arah barat melewati Jalan Panglima Sudirman Kraksaan, kemudian di depan KPU Kabupaten Probolinggo berbelok menuju Pasar Semampir.
Dari titik tersebut, peserta melanjutkan perjalanan ke arah timur hingga pertigaan Klojen Kelurahan Sidomukti, melewati kawasan SOR Sasana Krida dan kembali finis di Alun-alun Kota Kraksaan.
Selain jalan sehat, kegiatan ini juga diramaikan dengan tiga stand pameran bertema pelestarian lingkungan, sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah dari Desa Madani Berkelanjutan serta penampilan seni Tari Kembang Genggong yang menambah daya tarik acara.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Probolinggo juga menyerahkan penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2025 kepada SDN Kedawung 1, SDN Asembagus dan SDN Maron Wetan 02.
Serta penghargaan Wajib Retribusi Terbaik Tahun 2025 diberikan kepada Yayasan Fatahillah Ibnu Nizar (kategori pesantren/yayasan), SMKN 1 Gending (kategori sekolah), Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih (kategori desa), RS Graha Sehat (kategori fasilitas pelayanan kesehatan) serta Kopkar Bhakti Usaha (kategori pelaku usaha).
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama pengelolaan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai oleh Bupati Haris, Forkopimda dan seluruh peserta sebagai wujud nyata dukungan terhadap terwujudnya lingkungan SAE.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan kegiatan ini merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam membangun gaya hidup sehat dan kepedulian lingkungan.
“Alhamdulillah, hari ini kita bergerak karena jalan kaki itu sehat. Kita memungut sampah karena bumi ini adalah rumah kita dan kita bersilaturahmi karena berkumpul itu membahagiakan,” ujarnya, Sabtu 10 Januari 2026.
Menurut Bupati Haris, ASN memiliki peran strategis sebagai contoh bagi masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat.
Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat dilibatkan agar gerakan ini menjadi kebiasaan bersama.
“ASN adalah wajah pemerintahan Kabupaten Probolinggo. Karena itu kita ajak semua, bersama masyarakat, pelajar, legislatif dan seluruh stakeholder,” jelasnya.
Bupati Haris berharap Probolinggo Happy Walk SAE 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi tradisi berkelanjutan.
Kegiatan ini direncanakan akan digelar rutin dan bergilir di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
“Ini langkah kecil, tapi Insya Allah akan terus berlanjut dan menjadi gaya hidup masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.
