infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Langkah Politik Isran 2024 Masih Tanda Tanya

Samarinda, infosatu – Gubernur Isran Noor masih belum secara terbuka menyebutkan kemana arah langkah politiknya setelah mengakhiri masa tugas bersama Wagub Hadi Mulyadi, 1 Oktober mendatang.

Isran tak secara tegas menjawab ketika wartawan berkali-kali menanyakan sikap politiknya untuk pemilihan kepala daerah 2024 nanti.

Begitu pula ketika Jumat (18/8/2023) Gubernur Isran Noor memberi arahan kepada para kepala desa se-Kaltim di Convention Hall Samarinda.

“Mungkin Pak Wagub yang nanti akan maju jadi gubernur?” tanya Isran.

Sedikitpun mantan bupati Kutai Timur itu tak mengatakan dirinya akan maju kembali pada 2024. Dia justru berkampanye untuk Wagub Hadi Mulyadi.

“Kami pensiun 1 Oktober nanti. Tapi  Wagub nanti akan maju ke legislatif Senayan. Jangan lupa dukung Pak Wagub. Kampanye aku ini,” ucap Gubernur sambil tersenyum.

Ia hanya berpesan agar program-program yang bagus seperti program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RLTH) bisa dilanjutkan oleh pemimpin Kaltim berikutnya.

“Kalau nanti tidak sanggup, baru kasih tahu aku. Nanti aku selesaikan,” ungkap Isran lagi sambil tersenyum.

Sehari sebelumnya usai menjadi inspektur upacara detik-detik proklamasi di Gelora Kadrie Oening, Isran menjawab santai.

“Kamu lihat aku ini jalan mundur apa maju? Apa aku jalannya ke samping kanan apa ke kiri? Ndak kan? Aku tetap jalan maju,” jawab Gubernur disambut tawa para wartawan yang terus mengerubunginya.

Sementara soal kelanjutan program Kaltim setahun ke depan, Gubernur Isran Noor berpesan sebaiknya meneruskan program yang sudah berjalan.

“Yang penting, jangan bernuansa politis, tapi program. Programnya sudah ada. Tinggal dilanjutkan,” jawab Gubernur.

Wartawan bertanya program apa yang paling prioritas? Gubernur menjawab lagi.

“Hampir semua yang saya programkan bersama Bapak Wakil Gubernur adalah prioritas,” tandasnya.

Related posts

Rp279 Miliar Dikucurkan, 75 Persen Mahasiswa Sudah Tercover Pendidikan Gratispol

Firda

Pemprov Kaltim Akui Kekurangan Sosialisasi Pendidikan Gratispol, Call Center Disiapkan

Firda

1 Tahun Rudy–Seno, 159 Ribu Mahasiswa Terjangkau Program Gratis, Tapi Belum Sepenuhnya Bebas Biaya

Firda

You cannot copy content of this page