infosatu.co
Pasuruan

Komitmen Penguatan Kelembagaan, Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Rakor IKU Pengawas Pemilu

Teks: Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu.

Pasuruan, infosatu.co – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Vita Suci Rahayu, S.Sos, menghadiri Rapat Koordinasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Pengawas Pemilu.

Selain rapat koordinasi, juga sekaligus Sosialisasi Keputusan Ketua Bawaslu RI Nomor 284/OT.00/K1/12/2025 tentang Penetapan Daftar Indikator Kinerja Utama Anggota Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota Tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat arah kebijakan kelembagaan pengawas Pemilu pasca tahapan Pemilu 2024 dan dalam rangka persiapan menuju Pemilu dan Pemilihan Serentak 2029.

IKU diposisikan sebagai instrumen penting untuk mengukur kinerja, akuntabilitas, serta kualitas kepemimpinan pengawas pemilu di seluruh tingkatan.

Dalam kesempatan tersebut, Vita Suci Rahayu menegaskan bahwa Bawaslu Kota Pasuruan menyambut positif penetapan IKU sebagai panduan kerja yang lebih terukur dan berorientasi pada hasil.

Menurutnya, indikator kinerja bukan semata alat evaluasi administratif, tetapi menjadi pijakan strategis untuk memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik terhadap Bawaslu.

“Penetapan IKU ini menjadi momentum penting bagi kami di daerah untuk menata ulang prioritas kerja secara lebih sistematis, terukur, dan berdampak langsung bagi publik,” ujar Vita, Minggu 14 Desember 2025.

Lebih lanjut, Vita menyampaikan bahwa Bawaslu Kota Pasuruan telah menyiapkan tiga program penguatan kelembagaan yang akan menjadi konsentrasi utama dan selaras dengan arah kebijakan IKU tahun 2026.

Pertama, penguatan akuntabilitas dan tata kelola keuangan, sebagai upaya memastikan pengelolaan anggaran yang transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai prinsip “good governance”.

Kedua, pengolahan dan pemanfaatan data hasil pengawasan, yang diarahkan tidak hanya sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai basis analisis untuk memetakan potensi pelanggaran, tren kerawanan, serta bahan evaluasi kinerja pengawasan secara berkelanjutan.

Digitalisasi dan analisis data pengawasan dinilai menjadi kebutuhan mutlak dalam menghadapi kompleksitas pengawasan pemilu ke depan.

Ketiga, peningkatan kinerja layanan informasi publik, khususnya melalui penguatan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta optimalisasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH).

Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kepemiluan dan produk hukum Bawaslu secara cepat, akurat, dan mudah diakses, serta tingkat literasi demokrasi dan partisipasi masyarakat melalui optimalisasi produk MOU yang diunggah dalam JDIH juga merupakan bagian dari komponen tersebut.

“Ketiga fokus ini kami yakini saling terkait. Akuntabilitas keuangan, pengelolaan data pengawasan, dan keterbukaan informasi publik adalah fondasi penting untuk membangun Bawaslu yang profesional, kredibel, dan dipercaya masyarakat,” tegas Vita.

Melalui partisipasi aktif dalam rakor tersebut, Bawaslu Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk menjadikan IKU sebagai instrumen penguatan kinerja kelembagaan, sekaligus sebagai langkah konkret menjaga marwah Bawaslu sebagai lembaga pengawal demokrasi yang independen dan berintegritas.

Related posts

Wujud Kepedulian TNI, Satgas TMMD Hadirkan Harapan Baru Lewat Rehabilitasi RTLH

Zainal Abidin

Bawaslu Kota Pasuruan Hadirkan MOOC Literasi Demokrasi

Zainal Abidin

Tanpa Kenal Lelah, Satgas TMMD Percepat Pembangunan MCK di Wonosari

Zainal Abidin

You cannot copy content of this page