Probolinggo, infosatu.co – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional Tahun 2025, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (KKG PK-PLK) Kabupaten Probolinggo menggelar jalan sehat inklusif dengan start dan finish di Alun-alun Kota Kraksaan, Jawa Timur (Jatim).
Kegiatan ini menjadi simbol nyata komitmen daerah dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas.
Jalan sehat kali ini mengusung tema “Membina Masyarakat Inklusif Disabilitas Untuk Memajukan Kemajuan Sosial”.
Kegiatan jalan sehat ini diikuti oleh sekitar 100 peserta didik penyandang disabilitas beserta dewan guru dari lima Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Probolinggo.
Kelima lembaga pendidikan tersebut meliputi SLB ABCD Raudlatul Jannah, SLB Dharma Asih Kraksaan, SLB Negeri Gending, SLB Negeri Kraksaan dan SLB Mambaul Ulum Paiton.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi, Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hary Tjahjono, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Agus Budianto serta Camat Kraksaan Puja Kurniawan.
Dalam suasana penuh kehangatan, Bupati Haris tampak berbaur dengan anak-anak penyandang disabilitas.
Ia bahkan dengan sabar menyuapi beberapa peserta anak disabilitas sambil memberikan makanan ringan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang.
Pelepasan peserta jalan sehat ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan burung merpati, melambangkan harapan akan kebebasan, kesetaraan dan masa depan yang lebih baik bagi penyandang disabilitas.
Tidak hanya melepas peserta, Bupati Haris dan rombongan turut berjalan bersama anak-anak disabilitas menyusuri rute yang telah ditentukan.
Rute jalan sehat dimulai dari depan SLB Dharma Asih Kraksaan, bergerak ke arah barat melewati SMKN 1 Kraksaan, kemudian ke timur melalui depan Gedung Islamic Center Kraksaan, berlanjut ke selatan melewati Kantor PLN Kraksaan hingga kembali ke titik finish di depan SLB Dharma Asih Kraksaan.
Setibanya di garis akhir, seluruh peserta mengikuti senam bersama Anak Indonesia Hebat dan Tabolabale.
Kegiatan dilanjutkan dengan makan bekal bersama serta pembagian kupon dan doorprize, menambah semangat dan kebahagiaan para peserta.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan peringatan Hari Disabilitas Internasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneguhkan kesetaraan dan penghormatan terhadap perbedaan.
Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang dan berkontribusi dalam kehidupan sosial.
“Hari ini kita tidak hanya jalan sehat, tetapi berjalan bersama dalam kesetaraan. Hari Disabilitas Internasional mengingatkan kita bahwa setiap orang itu istimewa dan perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling melengkapi,” ungkapnya, Rabu 17 Desember 2025.
Bupati Haris menegaskan komitmen pemerintah daerah agar seluruh fasilitas dan pelayanan publik di Kabupaten Probolinggo benar-benar ramah terhadap penyandang disabilitas.
Mulai dari sarana pendidikan, layanan kesehatan hingga fasilitas umum lainnya harus memenuhi standar inklusivitas.
“Saya minta seluruh pelayanan publik, rumah sakit, sekolah hingga fasilitas umum bisa menjadi ramah disabilitas sebagai standar utama. Trotoar, pelayanan kesehatan dan layanan publik lainnya harus menunjukkan keberpihakan kepada teman-teman disabilitas,” tegasnya.
Lebih lanjut Bupati Haris menyampaikan harapan agar penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama, termasuk dalam akses pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Pemerintah daerah akan terus berupaya menyediakan fasilitas dan kebijakan yang mendukung kemandirian penyandang disabilitas.
“Saya akan bersikap tegas terhadap segala bentuk perundungan atau bullying, khususnya terhadap anak disabilitas. Saya tidak akan mentolerir bullying. Menghargai sesama adalah bentuk syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.
Sementara Ketua MKKS PK-PLK Kabupaten Probolinggo Ike Liskarwati menyampaikan kegiatan jalan sehat inklusif ini menjadi bagian penting dari peringatan Hari Disabilitas Internasional.
Selain memberi semangat kepada anak-anak disabilitas, kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih peduli dan inklusif.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menyampaikan bahwa anak-anak disabilitas memiliki potensi dan mampu berprestasi. Dukungan masyarakat sangat penting agar mereka tumbuh percaya diri dan mandiri,” katanya.
Melalui peringatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Kabupaten Probolinggo terhadap pentingnya inklusivitas semakin meningkat, sehingga penyandang disabilitas dapat diterima sepenuhnya sebagai bagian yang setara dalam kehidupan bermasyarakat.
